Rabu, 18 Maret 2020

Lakukan 10 Cara Ini untuk Menjaga Daya Tahan Tubuhmu


Ingat lima perkara
Sebelum lima perkara
Sehat, sebelum sakit

Syair itu tentu nggak asing di telinga kita, ya. Kalimatnya mengingatkan kita agar senantiasa menjaga kesehatan dan memanfatkan waktu sehat dengan sebaik mungkin.

Kita yang tinggal di Indonesia sekarang sedang dikepung oleh berbagai ancaman kesehatan. Cuaca tak menentu, panas sekali kemudian hujan lebat, tentu membuat tubuh harus bisa menyesuaikan dengan capet.

Bagi tubuh yang tidak mampu menyesuaikan dengan perubahan cuaca yang ekstrim seperti ini, bisa jadi akan jatuh sakit : masuk angin, batuk, pilek, flu. Apalagi ditambah dengan masuknya pendemik virus corona atau yang lebih dikenal dengan nama covid-19. Duh, daya tahan tubuh harus terus dipantau, nih.

Daya tahan tubuh manusia itu berhubungan dengan sistem imunitas. Sebenarnya, dalam tubuh kita sudah ada pasukan yang bertugas menjaga imunitas. Mereka bekerja saat ada benda asing masuk ke dalam tubuh dan menghancurkannya. Diantara benda asing tersebut adalah bakteri dan virus.

Agar tetap sehat, kita harus menjaga daya tahan tubuh. Namun terkadang, tanpa kita sadari, banyak hal yang kita lakukan justru membuat daya tahan tubuh kita turun. Nah, lho!


Penyebab Daya Tahan Tubuh Turun
Kalau mendengar kabar tentang covid-19 seperti sekarang ini, kita pasti begidik, ya. Apalagi jika melihat korban terus berjatuhan. Tidak sedikit masyarakat menjadi panik. Oh, no! Waspada boleh, panik jangan!

Panik dapat menyebabkan stress. Ini adalah salah satu penyebab turunnya daya tahan tubuh. Stress dapat membuat produksi hormon kortisol meningkat hingga mempengaruhi kemampuan sel imun melawan penyakit.

Hal lainnya adalah tentang gaya hidup. Kurangnya asupan makanan bergizi, kurang berolah raga, konsumsi alkohol dan rokok juga menyebabkan daya tahan tubuh turun. Kebiasaan begadang dan kurang istirahat juga memberi andil dalam melemahkan daya tahan tubuh. Jadi ingat pesan Bang Rhoma … begadang jangan begadang, bila tiada artinya #teroret hahaha...

Hal-hal seperti ini harus kita perhatikan, ya. Turunnya daya tahan tubuh tentu akan berpengaruh pada kesehatan kita. Bagaimana pun juga mencegah lebih baik dari pada mengobati. Sebelum sakit mendera, lebih baik kita jaga daya tahan tubuh.

Kebayang nggak, sih. Saat sakit, bukan hanya pasien yang merasakan tapi juga keluarga. Sama-sama lelah. Tidak jarang juga penunggu pasien pada akhirnya ikutan tumbang. Itu belum termasuk biaya yang dikeluarkan untuk perawatan dan pengobatan. Duh!




Menjaga Daya Tahan Tubuh
Sebenarnya, ada beberapa hal yang bisa kita usahakan agar daya tahan tubuh kita meningkat. Paling tidak, stabil, lah. Ini bukan hal yang sulit untuk diusahakan. Asalkan kita bisa menghindar dari yang namanya malas.

Sepertinya kalau yang satu itu memang penyakit sejuta umat, ya. Kalau rasa malas sudah melanda, ada saja alasannya. Namun kembali lagi ke diri kita. Alangkah lebih baik jika kita senantiasa ingat, bahwa segala sesuatu yang kita usahakan hasilnya akan kembali ke diri kita. Biar kita selalu semangat. Termasuk melakukan kebiasan baik ini.

Berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan agar daya tahan tubuh tetap terjaga:


Berjemur. Sinar matahari merupakan sumber vitamin D alami. Tubuh yang terpapar sinar matahari pada jam dan jumlah yang cukup dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Dengan daya tahan tubuh yang meningkat inilah, sistem imun dapat melakukan kerjanya dengan baik untuk menangkal penyakit.

Menurut Dr. dr. Tan Shot Yen, M. Hum, dokter sekaligus ahli gizi, seperti yang saya kutip dari acara Dunia Sehat di DAATV mengatakan, waktu yang baik untuk berjemur adalah pukul 10 pagi. Sebelumnya, matahari masih mengandung UVA yang berefek keriput pada kulit. Sedangkan yang dibutuhkan tubuh kita adalah UVB dimana keberadaannya adalah saat matahari sudah mulai naik sedikit.

Masih menurut dr. Tan, sinar matahari yang mengandung radiasi ultraviolet-B (UVB) mengandung pro-vitamin D3. Saat bertemu dengan kolestrol di tubuh, pro-vitamin ini akan diubah menjadi vitamin D3. Vitamin inilah yang menjadi sumber imunitas tubuh.

Durasi berjemur juga tidak membutuhkan waktu lama, kok. Cukup 10-20 menit saja dengan posisi membelakangi matahari. Daerah yang terpapar sinar matahari diusahakan seluas mungkin, ya. Terutama daerah punggung.


Olah Raga. Salah satu oleh raga murah meriah, ya, jalan cepat. Seperti yang dikatakan oleh David Niemen, professor kesehatan masyarakat dan direktur Human Performance Lab di Appalachian State University, saya kutip dari kompas.com mengatakan, dengan berjalan cepat selama 30 menit dapat mengantifkan sirkulasi sel pembunuh pathogen alami dalam tubuh.

Masih mengutip dari Nirmen, peningkatan daya tahan tubuh dari olah raga bersifat pendek. Ini diketahui dari penelitian yang menunjukkan mulai berkurangnya aktivitas sel-sel pembunuh pathogen setelah 3 jam melakukan olah raga. Ini sebabnya sangat dianjurkan untuk rutin berolah raga selama 30-60 menit setiap harinya.

Oiya, berolah raga itu sifatnya untuk mencegah penyakit, ya. Bukan untuk menyembuhkan penyakit. Kalau Anda sudah terlanjur sakit, beristirahat justru lebih baik.


Makan Bergizi. Dalam hal ini mengkonsumsi makanan buah dan sayur sangat dianjurkan. Kandungan vitamin dan mineral dalam buah dan sayur akan memperkuat daya tahan tubuh. Sedangkan kandungan seratnya dapat membantu memperlancar pencernaan. Belum lagi antioksidannya, yang membantu menjaga agar kita awet muda. Para perempuan pasti pingin kan tetap tampil awet muda, hehe.

Perbanyak makan buah dan sayur, ya. Misal dalam sepiring, nih, setengah piring diisi oleh buah dan sayur. Seperempatnya diisi oleh sumber karbohidrat, sedangkan seperempatnya lagi adalah lauk yang mengandung protein. Nah, komplit sudah.


Konsumsi Air Putih. Mengkonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup dapat membantu menjaga kesehatan. Jangan sampai kita dehidrasi karena kurang minum, ya. Dampaknya akan sangat menggangu bagi tubuh, seperti penurunan suhu tubuh, penurunan kemampuan fisik dan ketidak seimbangan fugsi organ. Hal ini tentu akan menurunkan daya tahan tubuh, ya.

Dalam sehari dianjurkan minum 2 liter air. Air yang kita konsumsi ini akan sangat membantu kerja organ tubuh, menghilangkan sisa metabolisme, serta membantu penghantaran nutrisi ke sel tubuh. Dengan demikian daya tahan tubuh menjadi lebih baik.


Tidur Cukup. Tidur yang cukup dapat menjaga daya tahan tubuh tetap baik, tubuh menjadi segar dan Anda dapat beraktivitas dengan baik. Durasi tidur cukup sekitar 7-8 jam setiap harinya. Orang yang kurang tidur cenderung mudah sakit.

Usahakan pula untuk bisa tidur siang, ya. Meski hanya setengah jam saja setiap harinya antara pukul 14.00-15.00. Dengan tidur siang, dapat mengurangi rasa lelah tubuh. Tubuh menjadi lebih rilek dan bertenaga. 


Hindari Stress. Stress dapat menurunkan daya tahan tubuh. Stress merangsang pembentukan hormon kortisol yang dapat menggangu kekebalan tubuh. Cobalah selalu untuk mengelola stress dengan baik. Salah satunya adalah dengan selalu berpikir positif.

Anda juga dapat melakukan afirmasi diri setiap hari. Jangan terlalu kepo dengan urusan orang lain. Apalagi untuk hal-hal yang nggak penting, lebih baik hempaskan. Sayangi diri Anda sendiri. Jangan sampai semua itu justru membuat Anda jadi stress.

Kalau pun sedang dalam posisi kurang menguntungkan, sedang ada masalah mungkin, cobalah bersahabat dengan diri sendiri dan berdamai dengan keadaan. Percaya bahwa apa yang terjadi adalah kehendak-Nya. Berencana sih boleh, tapi Dia Maha Tahu yang terbaik untuk Anda.

Pun demikian saat jadwal kegiatan Anda sedang padat. Tak ada salahnya jika Anda membuat to do list dan menyusun skala prioritas. Membuat seperti ini akan sangat membantu Anda untuk mengingat dan mengorganisir kegiatan dengan lebih baik dan mengindarkan Anda dari stress.


Selalu Bahagia. Semua orang ingin bahagia, karenanya usahakanlah! Menurut Dr. Sumi Lestari seperti yang saya kutip dari republika.co.id mengatakan, saat Anda bahagia, tubuh akan memproduksi inferon-protein yang berfungsi melawan virus dan membentuk imunitas.

Bersyukur dengan apa yang sudah Anda miliki dan capai selama ini juga bisa membantu Anda merasa tenang, nyaman, dan bahagia. Pun demikian jika Anda selalu berpikir positif. Kecemasan tidak akan menghantui. Justru kebahagiaanlah yang ada.

Cara lain agar selalu bahagia adalah dengan memiliki banyak teman. Tentu hal ini diikuti dengan hubungan yang baik antara Anda dengan teman-teman. Perhatian dan silaturahim yang senantiasa terjaga tentu akan membuat Anda senantiasa bahagia. Kalau untuk sekarang, meski sedang diberlakukan social distancing, bukan berarti silaturahim berjarak juga, ya. Anda dan teman-teman masih bisa kok ngobrol ngalor ngidul via online, lho. Lebih aman, kan.


Konsumsi Empon-empon. Kita musti bersyukur tinggal di Indonesia dengan berbagai limpahan anugrah. Salah satunya adalah empon-empon. Kita bisa menemukan empon-empon ini dengan mudah karena kebanyakan kita menggunaannya sebagai bumbu dapur.

Empon-empon sudah lama digunakan untuk menjaga daya tahan tubuh. Biasanya diolah dalam bentuk wedang atau jamu. Ada kunir asam, wedang jahe, beras kencur, wedang serbat, dll.

Di antara empon-empon yang sering digunakan adalah kunyit, jahe, serai, kayu manis, cengkeh, kencur, temulawak, dll. Masing-masing memiliki manfaat berbeda tergantung dari senyawa yang dikandungnya. Temulawak dan kunyit biasa digunakan untuk membantu pencernaan. Kencur dan jahe bisa membantu meredakan batuk.


Menjaga Kebersihan. Selain mandi sehari dua kali, cara lain untuk menjaga kebersihan diri adalah mencuci tangan. Kegiatan ini sedang gencar digalakkan bahkan menjadi gerakan cuci tangan dengan air mengalir dan sabun. Bahkan badan kesehatan dunia WHO sampai mengeluarkan aturan cuci tangan yang baik, lho.

Pertama, basahi seluruh permukaan tangan dengan air mengalir. Kemudian tuangkan sabun ke tangan, lalu gosok ke telapak tangan, punggung tangan, dan sela-sela jari. Ini dilakukan selama kurang lebih 20 detik, ya. Setelah dirasa cukup, bilas tangan dengan air lalu keringkan.

Selain kebersihan diri, tentu kebersihan lingkungan juga tak kalah penting, ya. Lingkungan bersih tentu lebih nyaman dan sehat. Anda bisa membersihkan benda-benda yang sering digunakan dengan disinfektan. Perhatikan juga ventilasi untuk pertukaran udara dan pencahayaan matahari.


Konsumsi Supplemen. Sebenarnya kita bisa mendapatkan manfaat vitamin dan mineral dari makanan yang dikonsumsi setiap harinya. Namun ada kalanya kita butuh asupan lebih. Untuk mendapatkannya, kita butuh mengkonsumsi supplemen.

Kita mudah mendapatkan supplemen untuk daya tahan tubuh di pasaran. Beberapa diantaranya mengandung vitamin dan mineral, yang lainnya mengandung ekstrak tanaman.

Vitamin C. Ini adalah salah satu antioksidan yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Sebenarnya, kita bisa mendapatkan vitamin C dari buah dan sayur seperti jeruk, manga, jambu, dll. Namun jika butuh asupan lebih, kita bisa mengkonsumsi supplemen vitamin C dalam bentuk tablet, tablet efferveser, atau juga dalam bentuk minuman siap minum.

Vitamin E. Seperti halnya vitamin C, vitamin E juga berfungsi sebagai antioksidan. Selain itu, vitamin E juga mampu memperlambat kerusakan sel. Kita bisa mendapatkan vitamin E dari biji-bijian di alam seperti kacang, kuaci, almond, dll. Sedangkan di pasaran, biasanya vitamin E dikemas dalam cairan di dalam kapsul bening.

Zinc. Ini adalah mineral yang memiliki peran dalam daya tahan tubuh. Zat ini juga dapat membantu dalam melawan infeksi dan penyembuhan luka. Di alam, zinc dapat ditemukan dalam tiram, kacang mete, buncis, dll. Sedangkan dalam supplemen, zinc bisa ditemukan dalam tablet efferveser bersama dengan vitamin C, atau juga tablet tunggal.

Echinacea. Ini adalah sejenis tanaman bunga yang digunakan sebagai supplemen daya tahan tubuh. Pada bagian bunganya terdapat zat aktif yang dapat meningkatkan jumlah sel darah putih CD4. Sel inilah yang akan membantu melawan kuman dan penyakit serta mempertahankan daya tahan tubuh. Di pasaran, Echinacea bisa ditemukan dalam bentuk sirup atau kaplet.

Phyllanthus atau daun meniran. Tanaman ini memiliki aktivitas antioksidan yang membantu melawan radikal bebas, kerusakan sel, dan penyakit. Di pasaran, meniran dapat ditemukan dalam bentuk sirup atau kapsul granulasi.

Nah, itu tadi 10 cara yang bisa Anda lakukan untuk menjada daya tahan tubuh tetap baik. Dan satu lagi yang tak kalah penting adalah niat dari dalam diri.

Dengan niat yang kuat akan memunculkan tekad yang kuat pula. Kalau sudah begini, Anda akan disiplin dengan sendirinya. Bagaimana pun juga, apa yang Anda usahakan ini hasilnya akan kembali ke diri Anda. Selamat mencoba!



~ Hana Aina ~







8 komentar:

  1. Mantul mb Hana...sajian yang pas dengan kebutuhan

    BalasHapus
  2. Wah paket komplit, semoga bisa menerapkan semua tips.
    Semangat sehat dan bahagia...

    BalasHapus
  3. Lebih baik bergerak/melakukan aksi untuk menjaga daya tahan tubuh daripada hanya panik. Upayanya sederhana asal mau melakukan. Terima kasih ulasannya.

    BalasHapus
  4. daya tahan tubuh nih yg memang harus di up. Apalagi ada berbagai pendapat kita ga bisa Lockdown. bisanya hanya mengingatkan imunitas
    sangat bermanfaat mbak hana

    BalasHapus
  5. Menjaga lebih baik daripada mengobati ya mba. Makasih tips nya. Iya betul, berjemur bagusnya jam 10.. cuma masih banyak yang belum paham ini yaaa.. dan kadang kalo udah jam 10 itu malah mager mau nya ngadem. Hahahha

    BalasHapus
  6. Tfs mba... Masuk bulan puasa nanti sepertinya perlu booster multivitamin agar daya tahan tubuh makin kuat

    BalasHapus
  7. Lebih baik bergerak/melakukan aksi untuk menjaga daya tahan tubuh daripada hanya panik. Upayanya sederhana asal mau melakukan. Terima kasih ulasannya.

    BalasHapus

Terima kasih telah berbagi komentar