Minggu, 17 November 2019

Kenalin! Skincare Lokal Baru Curaskin!


Standar kecantikan perempuan selalu berubah. Dari waktu ke waktu, di berbagai tempat, standar kecantikan tak ada yang sama. Namun akhir-akhir ini, terutama di Indonesia, standar kecantikan merujuk pada penampakan fisik yang tinggi, langsing, putih.

Yang terakhir ini nih yang sering jadi masalah. Untuk mendapatkan kulit putih, tak jarang perempuan melakukan berbagai cara. Apalagi kalau si perempuan maunya segera. Yang instan-instan pun dilakoni. Sampai terkadang tidak memperhitungkan baik dan buruknya. Termasuk pula efek sampingnya.

Yup! Tidak sedikit perempuan yang menggunakan pemutih yang diklem oleh produsennya dapat memutihkan kulit dalam sekejab. Sediaannya pun beragam. Ada yang krim, lotion, dll. Tapi tahukah Anda ada hal berbahaya di balik pemutih instan tersebut? Salah satunya adalah merkuri yang memberikan banyak efek negatif. Yang paling berbahaya adalah pemicu kanker.


Sudah banyak penelitian yang mengungkap efek negatif dari merkuri. Bahkan di beberapa negara, merkuri sudah dilarang. Merkuri adalah bahan kimia bersifat korosif. Dia mudah terserap ke dalam kulit dan mengalir ke darah. Saat dioleskan pada kulit, merkuri akan membuat lapisan kulit manjadi tipis.


Paparan merkuri akan berakibat buruk pada fungsi kerja organ tubuh jantung, hati, dan ginjal. Bahkan merkuri juga dapat merusak system kekebalan tubuh. Dan lebih parah lagi, merkuri memberi efek karsinogenik alis pemicu kanker.





Nggak Harus Putih, yang Penting Sehat!
Kemarin saya berkesempatan mengikuti pembukaan gerai skincare baru di sebuah mall di Solo. Acara diisi dengan talkshow yang menghadirkan beberapa nara sumber. Salah satunya adalah seorang dokter yang fokus di bidang kecantikan, dr. Pawestri Tyas Hapsari.

Menurut dokter cantik berambut panjang ini, saat seseorang memutihkan kulitnya, ada penekanan terhadap melanin. Padahal, melanin pada kulit memiliki banyak peran. Salah satu di antaranya adalah memberikan proteksi terhadap sinar matahari. Jika melanin ini ditekan terus menerus, kulit akan menjadi lebih sensitif, terutama terhadap sinar matahari.

Masih menurut dr. Pawestri, standar kecantikan seharusnya bukanlah putih, tapi sehat. Saat kulit wajah sehat, kulit akan nampak glowing yang menunjukkan kalau kulit tersebut lembab. Ini tentu berbeda dengan kulit yang kering. Kulit kering akan cenderung memiliki masalah seperti bruntusan, jerawat, flek hitam, dan kurang kenyal.

Hal ini ternyata juga diamini oleh Faradila. Faradila adalah seorang MUA. Sebagai seorang make up artis, tentu dia banyak bersentuhan langsung dengan kulit wajah klien. Termasuk permasalahan kulit yang dihadapi masing-masing klien.

Menurut Faradila, kulit yang sehat akan nampak lembab. Tekstur kulit yang seperti inilah yang disukai karena dia tak perlu menambahkan banyak hal ke wajah klien. Kulit wajah yang lembab akan membuat make up mudah menempel dengan sempurna.

Baik Faradila maupun dr. Pawestri sepakat, agar para perempuan tidak sembarangan menggunakan produk skincare. Yang paling penting adalah produk skincare tersebut terdaftar dan aman.

Bukti sebuah produk skincare aman digunakan adalah terdaftar di BPOM. So, jangan lupa untuk mengecek produk skincare yang Anda gunakan di situs resmi BPOM ya untuk menjamin kualitasnya.



Kenalan Sama Curaskin, Yuk!
Beberapa waktu terakhir produk skincare sedang naik daun. Tidak sedikit perempuan mulai aware manfaat skincare bagi kulit wajah. Bahkan ada sebagian dari perempuan merasa cukup hanya menggunakan skincare tanpa harus ber-make up. Hal inilah yang menjadikan skincare sebagai salah satu produk yang paling dicari.

Salah satu produk skincare yang baru diluncurkan adalah Curaskin. Ini produk lokal, lho, alias made in Indonesia. Produk ini sudah mulai didistribusikan di berbagai kota di Indonesia. Salah satunya di kota Solo. Hal ini ditandai dengan pembukaan gerai Curaskin di salah satu mall besar di Solo.


Gerai Curaskin di Solo ini merupakan gerai ke-empat. Sebelumnya, Curaskin sudah membuka gerai di Surabaya, Medan, dan Jakarta. Masih menurut dr. Pawestri, Curaskin merupakan perpaduan antara produk kosmetik dan famasi. Formulasi pada Curaskin diklem memberikan hasil setara dengan krim racikan dokter.

Pada setiap gerai Curaskin akan disediakan skin analizer. Alat ini berfungsi memberikan penilaian terhadap kulit calon kunsumen Curaskin. Ada 8 aspek yang akan dinilai oleh skin analizer : flek hitam, kerutan, prosentase pori, sel kulit mati, warna kulit, kelenjar minyak, kelembaban, serta kerusakan akibat UV pada kulit wajah.

Masing-masing kulit wajah memiliki permasalahan sendiri. Karenanya hasil penilaian dari skin analizer pun akan berbeda pada setiap orang. Ada yang punya masalah pori besar namun kelembaban kulitnya bagus. Ada pula yang kelembaban kurang namun tidak ada masalah pada flek hitam dan kerutan.

Skin analizer juga dapat memberikan informasi tentang usia kulit wajah. FYI, tidak jarang usia kulit wajah selangkah lebih maju alias lebih tua dari usia pemiliknya, hehe. Etapi ada juga lho sebaliknya, usia kulitnya lebih muda dari usia sebenarnya. Wah, kalau yang ini sih pasti banyak yang mau, ya, haha

Prosedur pemeriksaan menggunakan skin analizer memang diterapkan di setiap gerai Curaskin. Curaskin tidak ingin konsumennya coba-coba tanpa mengetahui dengan pasti apa kebutuhan kulit wajahnya. Selain tidak memberikan perubahan apapun karena produk yang dibeli tidak sesuai dengan kebutuhan, tentu ini akan jadi lebih boros. Baik boros uang maupun boros waktu.

Jangan enggan untuk berkonsultasi dengan petugas di gerai Curaskin, ya. Mereka bertugas membantu konsumen mendapatkan produk Curaskin yang tepat sesuai dengan kebutuhan kulit wajah. Tentu saja ini berdasarkan hasil skin analizer sebelumnya.

Curaskin mengunakan retinoid complex sebagai bahan aktif pada produknya. Senyawa vitamin A ini diklem mempu merangsang pembentukan kolagen pada kulit sehingga kulit akan lebih kenyal. Selain itu retinoid complex juga diklem mampu mengurangi flek hitam pada kulit wajah. Wow!



Nah, penasaran nggak sih untuk mencoba skin analizer ini? Pasti penasaran juga kan sama produk Curaskin. Bagi yang ada di Solo Raya, Anda bisa merapat ke Solo Paragon Mall pada counter kosmetik. Selamat menuntaskan rasa penesaran Anda, ya.



~ Hana Aina ~



Baca juga, ya ...

13 komentar:

  1. Wahh aku baru tau nih brand yg satu ini.
    Iya aku setuju, cantik itu gak harus putih, yang penting kulitnya sehat :)

    BalasHapus
  2. Siipp, Curaskin ada di Solo yaaaa
    Di Surabaya, brand ini buanyaaakk yg loyal lho Mba
    soale udah terbukti benefitnya yaa

    BalasHapus
  3. aku sih setuju standar kecantikan asia itu putih semampai, tapiii kayaknya itu udah dari jaman pertama kali manusia kenal kebudayaan dan kosmetik ha ha haaaaa

    cuman sekarang sedang bergeser ke arah jepang dan korea style, kalo dulu bule

    BalasHapus
  4. Semakin banyak ya mba, produk2 skincare yang bisa dinikmati wanita Indonesia. Semoga Curaskin ini harganya terjangkau...jadi bisa dinikmati banyak kalangan masy

    BalasHapus
  5. penasaran donk.. dengan Curaskin skin analyzer ini.. belum pernah pake.. Setuju banget nih kalo gak harus putih.. yang penting sehat..

    dianesuryaman dot com

    BalasHapus
  6. Kalau curaskin di Jakarta dimana ya? Kepo deh. Memang banyak yg kemakan iklan bahwa cantik itu harus putih. Padahal saya sepakat dgn bu dokter, kalau cantik itu sehat. Lah kalau cantik putih, org2 nigeria dan papua ga ada yg cantik? Kan aneh yaa.. mereka juga banyak yg cantik walau kulitnya hitam legam.

    BalasHapus
  7. wah, kemarin gak ikutan acara ini..aku sempat nyoba handbodynya curaskin, pinjem punya si Shela..ada gliterynya, tapi habis itu bisa meresap

    BalasHapus
  8. waaaah produk lokal, kece nih pastiii. Nanti mau cobain produk produk Curaskin juga aaaaah. Makasi infonya maaaak

    BalasHapus
  9. Aku baru tahu produk skincare curaskin mbak. Btw kalau mengandung retinoid berarti ga aman untuk ibu hamil lah ya

    BalasHapus
  10. Iya betul, sekarang kulit putih itu udah ga jaman. Jadi inget dulu waktu SMP, temen2ku pada berlomba2 mutihin kulit. Putih sih, tapi kalau kena sinar matahari jadi aneh.

    Produk curaskin ini ada apa aja sih mbak?

    BalasHapus
  11. Curaskin ini blm pernah coba sih taoi baca cerita dan review nga jadi penasaran juga.. termasuk produk lokal lagi.. salah satu upaya ubtuk meningkatkan ekomoni negara sendiri.. harus beli nih

    BalasHapus
  12. produk baru ya, kayaknya lengkap juga ya

    BalasHapus
  13. Aku baru tahu prroduk lokal ini mba? Tapi memang sekarang makin berkembang ya dunia kecantikan Indonesia dan tidak kalah dong sama produk impor lain. Yuk kita dukung dengan pakai produk lokal

    BalasHapus

Terima kasih telah berbagi komentar