Kamis, 22 April 2021

Buku Fiksi dan Non Fiksi Favoritku


Bagiku, membaca adalah kegiatan yang menyenangkan. Karenanya, saya berusaha membaca setiap hari. Tidak harus selesai satu buku dalam sekali duduk. Cukup beberapa lembar saja. Yang penting, saya bisa membaca setiap hari.

Untuk mendukung minatku dalam membaca, dari kecil bapak sudah membuatkanku almari buku. Tidak tanggung-tanggung, ukuran almari bukuku paling besar di antara almari buku yang lain di rumah. Di almari itulah, kutata rapi semua buku koleksiku. Baik itu buku fiski, maupun non fiksi.

Dulu, setelah selesai membaca, saya hanya menyimpan semua buku koleksiku kembali ke almari. Namun beberapa tahun belakangan ini, saya merasa almari bukuku sudah tidak muat lagi. Akhirnya kuputuskan melakukan rotasi atas buku-buku itu.

Setelah membaca, saya membuat ringkasan untuk setiap buku. Saya biasanya menuliskannya di laman instagramku yang memang khusus kubuat untuk mereview buku-buku. Silakan mampir ke hanaandbooks. Dari sinilah saya mulai mengenal dunia bookstagram.

Setelah selesai direview, biasanya saya juga akan memilih dan memilah buku mana saja yang akan saya berikan ke orang lain dan buku mana saja yang akan tetap saya simpan di almari sebagai koleksi. Biasanya untuk kategori yang terakhir ini adalah buku-buku yang menurut saya bagus dan berkesan di hati dan pikiranku.



Baca juga >>> Ingatlah Hari Ini ...

 

Membiasakan Diri Membaca Buku

Setelah terjun ke dunia bookstagram, saya semakin tertantang untuk menyelesaikan banyak buku dan membuat review-nya. Biasanya saya dan teman-teman mematok target sekian buku yang harus kami baca dalam setahun. Jumlah target buku bisa berbeda. Tinggal disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Rata-rata sekitar 100 buku per tahun. Baik itu buku fiksi maupun non fiksi.

Untuk mewujudkan target tersebut, saya menggunakan beberapa cara agar dapat fokus hingga target terpenuhi. Cara ini saya gunakan agar lebih cepat menyelesaikan sebuah buku. Bukan cara yang sulit, kok. Mungkin Anda juga bisa menirunya.

  • Buat to be read.

To be read adalah daftar buku yang akan saya baca. Biasanya, di awal bulan, saya akan memilih buku apa saja yang akan saya baca di bulan ini. Jenis bukunya bebas, bisa non fiksi maupun fiksi, dari berbagai macam genre. Saya akan mengumpulannya dalam satu tempat. Ini mempermudah saya untuk mengambil buku-buku tersebut dari pada jika buku masih berada di dalam almari bersama puluhan buku yang lain. Cara ini juga sangat membantuku uintuk fokus pada buku apa saja yang nantinya kubaca.

  • Bagi buku ke beberapa halaman.

Untuk mempermudah membaca sebuah buku, saya akan membagi buku per 50 halaman. Saya biasa menggunakan pembatas halaman untuk menandainya. Ini mempermudah saya untuk mengetahui sejuah mana buku ini sudah saya baca, dan masih berapa halaman lagi yang harus kubaca.

Oiya, bagi saya, lebih baik menggunakan pembatas buku atau penanda buku, ya, dari pada melipat kertas buku. Bagiku ini sangat disayangkan. Buku manjadi rusak dan kurang rapi

  • Sediakan waktu membaca setiap harinya.

Ada beberapa buku yang bisa saya selesiakan dalam sekali duduk. Biasanya buku ini memang tidak terlalu tebal, atau buku-buku bertema menarik dan isinya memang bagus. Saya jadi merasa sayang kalau harus memutus membaca. Akan lebih seru kalau terus dibaca tanpa jeda hingga akhir. Etapi ini tidak berlaku untuk semua buku, ya. Ada juga buku-buku yang bisa saya selesaikan dalam beberapa hari. Untuk mensiasati hal ini, biasanya saya menyisihkan waktu etiap hari untuk membaca.

Konsisten adalah kuncinya. Tidak harus membaca banyak halaman, yang penting rutin ada target yang dicapai setiap hari. Bisa satu jam per hari, atau 50 halaman per hari. Sesuaikan saja dengan kondisi Anda.



Baca juga >>> Mendeteksi Kebohongan pada Anak

 

Buku-buku Favoritku

Saya punya beberapa buku favorit. Entah itu karena penulisnya yang memenag saya suka atau tema dan isinya yang saya suka. Untuk penulis sendiri, biasanya saya sudah percaya dengan kualitas tulisannya. Saya mengikuti perkembangan disetiap karya terbarunya. Saat sang penulis merilis novel baru, saya langsung berburu bukunya di toko buku.

Buku-buku favoritku bukan hanya buku-buku baru. Beberapa justru buku lama yang sangat mengena di hati dan pikiranku. Bisa dikatakan buku-buku inilah yang menemani hari-hariku dari remaja hingga sekarang. Meski beberapa di antaranya sudah tidak bisa lagi ditemukan di pasaran. Untungnya, sih, saya sempat membacanya hingga selesai, atau bahkan sudah mengoleksinya.

  • Buku-buku terbitan Kaifa.

Mungkin di antara Anda sudah pernah dengar buku berjudul Quantum Learning. Ini adalah buku yang pernah booming pada masanya yang ditulis oleh Bobbi De Porter dan Mike Hernacki. Selain ini, buku lainnya adalah Revolution Learning karya Gordon Dryden dan DR. Jeannette Vos. Saya membaca buku-buku ini pertama kali saat masih duduk di bangku sekolah menengah. Buku inilah yang membuka pikiran saya tentang cara belajar yang baik.

Selain buku-buku di atas, Penerbit Kaifa juga menerbitkan beberapa buku yang bertema psikologi kepribadian. Ada buku I Love Me, It’s My Life, dan juga Self Esteem. Ketiga buku tersebut adalah buku favoritku yang berisi tentang pentingnya mengenali dan mencintai diri sendiri. Buku-buku inilah yang membersamai masa remajaku, saat saya masih dalam proses pencarian jati diri #eaaa.

  • Leadership.

Saya juga suka membaca buku-buku bertema leadership. Salah satu buku yang berkesan bagiku berjudul sama Leadership karta Toto Tasmara. Buku ini juga saya baca ketika remaja. Meski terkesan isinya berat tapi saya suka. Dalam buku ini dijabarkan apa saja ciri-ciri seorang pemimpin, baik dari segi spiritual maupun karakter. Buku ini sangat membantuku dalam banyak hal, termasuk saat harus menjadi pengurus dalam beberapa organisasi. Saya jadi tahu bagaimana sekarusnya bersikap dan bertindak sebagai pemimpin.

  • Novel-novel Alfred Hitchcock

Siapa sih yang tidak kenal dengan Trio Detektif. Ini adalah novel remaja yang pertama kali kubaca. Kisah petualangan Jupiter Jones bersama dua temannya, Pete Crenshaw dan Robert Andrews yang berusaha memecahkan masalah demi masalah, selalu memancing rasa penasaranku. Ada saja ide dan pemikiran yang membuat banyak kasus misterius mudah dipecahkan di tangan mereka. Membaca cerita ini tuh seolah saya adalah salah satu anggota tim. Duh, seru banget deh pokoknya :D

  • Novel-novel Mary Higgins Clark

Queen of suspense adalah julukan yang disematkan kepada Mary Higgins Clark. Kisah novel yang ditulisnya kebanyakan berlatar belakang criminal. Banyak hal yang harus dipecahkan di setiap kisahnya dan sukses membawa ketegangan buatku. Cara Mary membuat alur cerita, sangat menarik dan rapi. Sayangnya, untuk sekarang, saya sudah tidak menemukan lagi novel terbarunya.

  • Novel-novel Sophie Kinsella

Kalau Mary Higgins Clark memberikan sensasi ketegangan di setiap kisah yang ditulisnya, berbeda dengan Sophie Kinsella. Perempuan Inggris ini menulis novel dengan bertabur romantisme meski tetap diselipkan konflik di dalamnya. Kisah-kisah yang tulis Sopie bergenre Chicklit dengan tokoh utama seorang perempuan modern, punya karis bangus dengan kehidupan dinamis dan mapan. Entah kenapa beberapa tokoh yang ditulisnya menginspirasiku di kehidupan nyata.

Novel-novel Sophie Kinsella memiliki alur cerita unik dan rapi. Karenanya saya bisa membaca novelnya hingga selesai, hanya dalam sekali duduk.



Baca juga >>> Putih Abu Abu Go to Village

 

Nah, itu tadi beberapa buku yang menjadi favoritku selama ini. Meski sebenarnya masih banyak buku lain yang bagus-bagus menurutku tapi sangat tidak mungkin kalau kutulis semuanya di sini, haha. Kamu punya buku favorit juga, kan? Kasih tahu saya dong buku apa aja! ๐Ÿ˜Š

 

 

~ Hana Aina ~

 

 

Baca juga, ya ...


 




















1 komentar:

  1. When you start playing in} slot on-line it might be troublesome to resist the temptation to play progressive slots. The Return to Player is a proportion of all of the wagered money that a slot pays again to its players. Pegasus One is a software improvement company that operates in over a dozen verticals. Though slots is probably not|will not be} its main experience, Pegasus creates customized video games for shoppers that deploy to cellular, internet, or desktop devices. Slavna Studio holds places of work in three international locations, and most of its work is geared path of|in direction of} building playing ํผ์ŠคํŠธ์นด์ง€๋…ธ video games.

    BalasHapus

Terima kasih telah berbagi komentar