Minggu, 06 Maret 2016

Agar Kritikan Tak Jadi Peperangan


Setiap manusia dilahirkan dengan keunikan masing-masing. Bukan hanya dari segi fisik, namun juga dari segi kepribadian. Ada orang yang sensitif, ada juga orang yang muka tembok. Ada yang pendiam, ada pula yang talkative. Cara berkomunikasi dengan mereka pun akan berbeda. Termasuk salah satunya saat menyampaikan kritikan. Ada banyak hal yang perlu diperhatikan saat anda mengkritik orang lain.
 
Mengkritik bukan berarti menuduh, apalagi memojokkan. Karenanya saat menyampaikan kritik, alangkah baiknya jika diiringi dengan fakta-fakta yang menyebabkan orang yang anda kritik memang pantas mendapatkan kritikan. Perlu diingat, yang dikritik adalah sikap dan perbuatannya, bukan orangnya. Jadi bersikap lebih objektif sangat diperlukan. Jangan karena anda tidak suka dengannya, atau anda merasa kalau dia rival anda di kantor, lalu anda mengkritiknya habis-habisan. Itu sangat tidak fear.
Mengkritik bukan hanya sekedar mengoreksi kesalahan, namun juga memberikan masukan. Sehingga kritikan yang anda sampaikan adalah kritikan yang membangun. Kalau hanya membeberkan keburukan, tentu semua orang bisa. Namun menunjukkan kesalahan sekaligus memberikan solusi, itu yang lebih bijak. Fokuslah apa yang menjadi pokok permasalahan. Jangan melebar kemana-mana. Kritiklah perbuatannya, bukan orangnya.
Bermainlah cantik dalam mengkritik, ini sangat diperlukan. Pilih waktu dan tempat yang tepat. Jangan pernah mengkritik orang di depan umum. Ini sama juga anda menjatuhkan harga dirinya dan membunuh karakternya.  Mungkin juga dia akan tersinggung dengan apa yang anda lakukan. Niatan yang semula baik, malah bisa menjadi salah paham dan rasa ketersinggungan. Ujung-ujungnya, bisa jadi isi kritikan tidak sampai kepadanya, malah pertengkaran yang ada. Ber-empati-ah. Bayangkan jika anda diposisinya. Anda dikrtitik di depan teman-teman anda, atau bahkan di depan bos anda. Bagaimana perasaan anda?
Cara menghadapi kritikan antara orang satu dengan orang lain akan berbeda. Ada yang woles saja, ada juga yang sensitif. Anda harus peka terhadap orang yang anda kritik. Pemilihan kata dan cara penyampaian adalah salah satu kuncinya. Saat orang yang anda kritik adalah orang yang berperasaan halus, tentu anda harus mengimbanginya dengan intonasi yang halus dan terkesan lebih ngemong. Beda halnya jika yang anda kritik adalah orang yang rasa ketersinggungannya tinggi, atau orang yang sangat alergi dengan kritikan orang lain. Anda bisa menggunakan strategi yang lain. Memberi pujian adalah salah satunya. Pujilah dia pada awal pembicaraan. Setelah suasana cair, mulailah dengan halus memasukkan kritikan tersebut. Jangan menyerangnya secara frontal, kecuali kalau anda  menginginkan terjadi perang dunia ke tiga.
Jika orang yang anda kritik memberikan sanggahan, jangan buru-buru lansung ditepis. Dengarkan dulu dengan baik, cerna, lalu analisa. Siapa tahu ternyata selama ini, semua yang terjadi hanya sebatas salah paham biasa, atau kurangnya komunikasi. Jangan malah anda terpancing emosi. Yang ada malah terjadi debat kusir akhirnya.
Tidak semua orang dapat dengan mudah menerima kritik. Banyak yang menerima dengan senang hati. Namun tidak sedikit pula yang alergi. Bagaimanapun juga, kritik adalah sesuatu yang penting. Selama itu adalah kritik yang membangun. Dengan adanya kritikan, seseorang dapat mengetahui kesalahan yang kemungkinan tidak disadarinya, dan hanya bisa dilihat oleh orang lain. 




- Hana Aina -



Related Post :

41 komentar:

  1. memberikan kritikan yang membangun, sangat sulit, tapi itu bukan berarti tidak mungkin. kalau kita mau atau sering mengkritik, sudah siapkah kita dikritik orang lain?

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mbak, kita mesti siap dikritik jugaa..

      Hapus
    2. Iya, Bu Imah. Setiap saat kita harus siap dikritik. Selama itu adalah kritik yang membangun, siapa takut ^^

      Hapus
  2. Setujuh

    Kritik bukan karena orangnya
    Bener
    Klo ngritik memang kudu liat2 dulu tipe orangnya...beda penyampaian dikit bagi yg sensi langsung ngejleb ya mak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar, Mak. Semua harus sesuai dengan yang dihadapi. Beda orang beda penanganan ^^

      Hapus
  3. sebelum mengkritik kita mesti menyusun kata dengan hati-hati agar tak disalahpahami...mesti kita liat jufa karakter opihak yg kita kritik kayak apa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Bu Agustina. Biar kritikan kita sampai, dan suasana tetap adem ayem ^^

      Hapus
  4. setuju Mbak :)
    dalam memberikan kritik biasanya kata-kata yang akan saya keluarkan itu sedemiakian rupa saya tata agar orang yang saya kritik tidak tersinggung..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Bu Irawati. Menyampaikan kritik dengan santun itu perlu ^^

      Hapus
  5. Karena tidak semua orang mau menerima masukan ataupun kritikan orang, kalau individunya memang ingin ada perubahan ia justru akan senang hati menerima kritikan bahkan sebalikna karena setiap individu itu unik.
    Nice share mba, salam kenal ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih, Mbak Herva. Salam kenal ^^

      Hapus
  6. Intinya.. Setiap kritikan itu ada tempat buat ngungkapinnya ya..

    Jangan gegabah menilai sesuatu. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar, niat yang semula baik jangan malah berujung buruk ^^

      Hapus
  7. harus melihat situasi agar kritikan sampai dengan tepat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tepat sekali, agar pesan yang kita sampaukan mengena langsung ^^

      Hapus
  8. kritiklah, lalu kasi saran hehehe

    keluargahamsa(dot)com

    BalasHapus
  9. kritik...dan nyinyir..itu beda... he2, klo dinyinyirin jadi perang deh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nyinyir tanda tak mampu, haha ^^

      Hapus
  10. Betul, terkadang bukan apa kritikannya, tetapi bagaimana cara menyampaikannya ya Mak .. Saya justru suka banget klo karya saya dikritik, bisa jadi masukan untuk karya selanjutnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Demi perbaikan, ya, Mak. Sipp ...!!! ^^

      Hapus
  11. kritik itu bagus kok mbak...tp penyampaiannya harus baik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, tergantung cara penyampaiannya ^^

      Hapus
  12. Ini mba hana yang disenetron bukan? yg suka ngeblog? salam damai, salam kenal :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Aduh, ketahuan :P :P

      #Eh?!

      Hapus
  13. saya jarang mengkriktik orang, kecuali orang yg benar2 sudah sangat dekat. alasannya ya itu tadi, kalau tdk tahu karakter orang yg kita kritik, bisa2 salah ngomong hehe....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, harus penuh dengan pertimbangan ^^

      Hapus
  14. mau bagus apa enggak kritikan itu sih sebenarnya soal penyampaian. kalau disampaikan pas lagi PMS ya ngalamat jadi efeknya lain :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha ... Itu sih situasinya yang sangat tidak tepat ^^

      Hapus
  15. sebenarnya kritikan membangun itu baik sekali untuk membuat seseorang menjadi lebih baik. namun pada kenyataannya, orang yg seharusnya menerima kritikan dengan berlapang dada dan bersyukur karena masih ada yg peduli padanya, seringkali justru malah panas, dan emosi.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, sebagian orang berpikiran kalau kritik adalah bentuk penyerangan secara pribadi. Padahal kan tidak semuanya demikian. Kita harus bisa memilih dan memilah, mana yang menjatuhkan, mana yang membangun ^^

      Hapus
  16. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kok komennya dihapus, Mbak? (^_^!)

      Hapus
  17. Sayangnya alergi kritis nggak ada obat anti alerginya. Hehe

    BalasHapus
  18. aku salah satu yang g pernah ngritik dan dikritik. karena g mau cawi2 org lain begitupun aku, kecuali face to face minta saran hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sip, mbak. Terkadang kita perlu meminta saran orang lain yang lebih tahu ^^

      Hapus
  19. iya, kdg kritik suka bikin org lain tersinggung ... hehe, krn klo lg sensi aku juga suka begitu mendingan minta saran aja deh drpd dikritik duluan

    BalasHapus
  20. kritik itu bukan berarti benci, tapi tanda peduli.
    Tapi alangkah baiknya jika sebelum mengkritik memposisikan diri pada situasi yang akan dikritik, bisa saja menurut kita salah (karena kita belum melihat dari dua sisi, belum obyektf) bisa saja bukan?

    Dan alangkah baiknya lagi kalau kritikan disertai solusi yang membangun.
    Seperti saat mengkritik harga BBM naik, lhah ada nggak solusi dari kita selain menaikkan harga bbm?

    BalasHapus

Terima kasih telah berbagi komentar