Selasa, 21 Agustus 2018

3 Langkah Mudah Menulis Konten Traveling ala Melissa Desifindiana



Setiap menjelang liburan, salah satu hal yang tak kalah penting adalah merencanakan traveling. Bisa jadi Anda traveling sendiri, rame-rame bersama keluarga, atau berombongan dengan teman. Selain break dari keruwetan aktivitas harian, ini juga sebagai perekat hubungan dengan keluarga setelah sibuk di hari kerja dengan rutinitas masing-masing.

Perkembangan tempat wisata di Indonesia memang luar biasa. Banyak tempat wisata baru baik wisata alam, budaya, ataupun kuliner yang bisa di-eksplore lebih dalam. Dan hampir semuanya instagramable, lho. Kemajuan teknologi terutama internet yang didukung dengan semakin populernya media sosial, membuat informasi tempat wisata ini mudah tersebar. Tempat-tempat wisata yang instagramabel menjadi sangat diminati. Apalagi jika didukung hasil jepretan apik, tentu akan banyak yang suka. Tidak mengherankan jika traveling kini menjadi bagian dari gaya hidup.

Etapi tahukah Anda kalau ternyata traveling juga dapat mendatangkan uang, lho. Serius?! Bukannya kalau traveling itu malah keluar uang, ya. Buat biaya transpor, makan, akomodasi, dll. Eit, tak percaya? Sini saya bisikin. Kalau traveling jangan hanya jalan-jalan cantik. Pernahkah mencoba untuk mendokumentasikan perjalanan Anda? Bukan hanya dalam bentuk foto-foto kece, ya, tapi juga catatan perjalanan. Kemudian menulisnya menjadi artikel, semacam konten traveling gitu.

Salah seorang traveler yang rajin mencatat perjalanannya ke tempat wisata adalah Melissa Desifindiana. Melissa memiliki hobi traveling ke banyak tempat, baik dalam maupun luar negeri. Perempuan berhijab ini tak pernah melewatkan menulis catatan perjalanannya. Dia meng-eksplore setiap tempat yang dikunjunginya dan mendokumentasikannya dengan baik. Kira-kira buat apa, sih? Cuzz... lanjut baca, ya.

Melissa menuliskan catatan perjalanannya menjadi sebuah artikel, lalu mengirimkannya ke salah satu situs online . Tentu saja situs online ini memang khusus menayangkan artikel-artikel wisata, ya, seperti travelingyuk.com. Tulisan-tulisan Melissa sering dimuat hingga dia berhasil menjadi content warior. Bagi Melissa, ini adalah hobi yang dibayar. Enak nggak, sih. Hobinya traveling, pulang traveling nulis konten, kirim ke situs, terus dapat duit, deh. Duitnya bisa buat traveling lagi, duh duh... Lumayan, ya. Anggap saja balik modal, haha ...

So, bagi Anda yang hobi traveling, nggak ada salahnya membuat catatan perjalanan. Dari catatan perjalanan yang Anda tulis, dan didukung dengan foto-foto yang kece badai, tentu dapat menjelma menjadi konten traveling yang menarik. Penasaran nggak sih gimana Melissa membuat catatan perjalanannya yang kemudian diolah menjadi artikel hingga layak diterbitkan di situs online? Simak tipsnya, ya ...


Explore. Saat sudah berada di tekape, jangan terlalu bersemangat, ya. Cepret sana sini, selfie, boleh aja, sih. Tapi jangan lupa eksplor. Ini juga penting karena mata manusia adalah kamera terbaik. Banyak hal, terutama hal-hal kecil, yang luput dari kamera namun bisa dilihat oleh mata Anda. Perhatikan sekeliling.

Catat semua hal yang ada di sana yang bahkan mungkin terkesan sepele tapi sangat informatif. Semisal jalur akses menuju ke tempat tujuan, termasuk transportasi yang dipakai. Bisa juga disertakan jadwal keberangkatan transportasi tersebut, harga tiket, dll. Perlu juga menuliskan tanda-tanda di  jalan yang menuju ke sana, misal marga jalan, patung kalau ada, taman, bangunna khusus, dll. Anda juga dapat mengeksplore makanan khas daerah tersebut. Suasana juga bisa di eksplore, lho. Apakah tempat tersebut baik untuk matahari terbit atau tenggelam, misalnya. Jika memungkinkan, Anda dapat bertemu dengan penduduk lokal untuk mencari tahu kisah unik tempat tersebut.

Jangan terlalu sibuk mengambil gambar hingga lupa mengeksplore tempat wisatanya. Bagilah waktu denga baik. Ada saat untuk mengambil foto, namun ada juga waktu untuk mencari info sebanyak-banyaknya. Anda juga dapat berbincang dengan guidenya, jika ada. Gali sebanyak-banyaknya info, termasuk sejarah jika ada.

Snap. Untuk mendukung tulisan, tentu Anda membutuhkan foto. Manfaatkan apa yang Anda miliki. Tak perlu kamera mahal. Pakai ponsel pun bisa. Ambillah foto sebanyak mungkin dari berbagai sudut. Saat Anda ingin berfoto, mintalah orang lain untuk mengambil fotomu. Ini agar hasil foto lebih bagus jika dibandingkan dengan selfie. Karena hasil foto akan digunakan sebagai pendukung artikel, tentu bitih foto yang bagus kan. Setelah foto siap, kini saatnya editing.

Tak ada salahnya Anda belajar editing. Pakai saja aplikasi untuk edit foto. Zaman now sudah banyak aplikasi tersedia. Kebanyakan apliaksi tersebut mudah dipelajari dan digunakan. Rajin-rajinlah berlatih editing. Lama-kelamaan skill Anda akan meningkat dan dan hapal bagian mana saja yang perlu diedit. Etapi kalau ngedit jangan sampai kebangetan, ya. Secukupnya saja. Takutnya hasil editan malah jauh dari aslinya. Bisa jadi pembohongan publik, nih, hihi

Writing. Saat menulis artikel, pilihlah tema yang unik. Untuk menarik perhatia pembaca, tulis kalimat pembuka yang unik. Misal, nih ... “Kenyang, tapi langsung miskin.” Kalimat pembuka speerti ini akan membuat pensaran pembaca, “maksudnya apa, sih.” Alhasil pembacapun akan terus membaca tulisan Anda untuk menjawab rasa penasarannya.

Jangan lupa sisipkan foto terbaik untuk mendukung tulisan Anda. Jelaskan apa yang sedang terjadi di foto tersebut, dimana foto itu diambil, dll. Termasuk jika ada kejadian unik di balik pengambilan foto tersebut.



Nah, itu tadi 3 tips sederhana dari Melissa Desifindiana untuk menulis konten traveling yang bisa Anda coba. Kalau sudah tahu begini, travelingnya nggak cuman jalan-jalan cantik semata, tapi ada sesuatu yang menghasilan setelahnya. Asyik, kan. Selamat mencoba  




6 komentar:

  1. Memang paling enak itu blogger hobi jalan2. Bisa2 jalan-jalannya diongkosi malah dapat uang saku pula.

    BalasHapus
  2. kalau jalan-jalan saya malah sibuk fotoin orang lain, giliran diri sendiri difotoin malah failed alias gagal. Sedih, deh

    BalasHapus
  3. Waah perlu dicontoh nih tipsnya. Hobi dapat duit yaa..seneng banget

    BalasHapus
  4. Nyari tema yang unik itu agak butuh pemikiran ekstra haha. Thanks for sharing mbak..

    BalasHapus
  5. Nyesellll kenapa gak baca tulisan ini sejak duluui sewaktu masih bisa sering jalan jalan. Sekarang dah ngendon di rumah, ngurusin bocil.

    BalasHapus
  6. kalo aku sih bikin kontent traveling catatan perjalanan ikut mood aja, dan lebih suka menulis dengan tema keresahan. misalnya keresahan yang aku temui dalam setiap perjalanan. just my opini hehe

    BalasHapus

Terima kasih telah berbagi komentar