Minggu, 07 Agustus 2016

Di Saat Semua Keluarga Besar Kumpul, Di Situ Pula Saya Mulai Bingung


Setelah Lebaran selalu menyisakan rentetan acara di belakangnya. Ini terutama yang berhubungan dengan dengan acara Halal Bi Halal, ya. Nggak di komunitas di kantor, dengan teman, atau juga dengan keluarga besar. Daftar acara semakin panjang dari hari ke hari. Padat merayap ^^

  Dari sekian banyak acara Halal Bi halal. Biasanya yang lebih mnejadi perhatian adalah Halal bu Halal dengan keluarga besar. Yang dimaksud di sini tidak hanya terbatas keluarga sendiri. Namun lebih ke keluarga dari buyut kita. Karena di sana nantinya kita akan bertemu dengan banyak orang dan semuanya itu adalah keluarga kita.
Orang-orang yang datang pada Halal Bi Halal tersebut bisa datang dari segala penjuru Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Bahkan ada yang datang dari luar negri. Ini adalah salah satu cara mempererat silaturahim di antara keluarga yang terkadang bahkan sudah terputus komunikasi sudah lama.
Hanya saja masalahnya sekarang adalah, saat semua keluarga keturunan simbah buyut berkumpul, di situ saya mulai bingung. Terlalu banyak orang-orang yang tidak saya kenal. Di situ pula saya merasa asing. Jadi sedih :( :(
Jika Simbah Buyut Anda punya 10 anak yang salah satunya adalah simbah saya. Lalu simbah saya sendiri punya 12 anak (Maklum, orang zaman dulu kan punya banyak anak adalah sesuatu yang biasa) yang salah satunya adalah orang tua Anda. Sedangkan Anda sendiri punya beberapa saudara. Dan jika semua orang tadi berkumpul dalam satu tempat … bayangkan kebingungan yang akan Anda dapatkan karena tidak semua orang -yang nyatanya adalah saudara berdasarkan trah keluarga besar- Anda mengenalnya. :D :D
Nah, kalau sudah seperti ini biasanya saya akan melakukan beberapa hal agar saya tidak mendadak BeTe karena perasaam bingun dan asing yang menjadi satu.

1.      Kenali silsilah keluarga
  Sebelum hari H tiba, ada baiknya mencari informasi tentang silsilah keluarga besar, mulai dari nenek dan kakek buyut hingga sampai ke Anda. Mungkin Anda tidak dapat menghafalnya satu per satu, tapi paling tidak sedikit banyak Anda telah mendapatkan informasi tentang keluarga besar.

2.      Jangan minder, senyum, dan salami
  Saat Anda datang pertamakali ke tempat Halal Bi Halal jangan pernah merasa asing. Bersikaplah biasa karena bagaimanapun juga mereka adalah bagian dari keluarga Anda. Tetaplah tersenyum dan ramah. Saat bertemu ucapkan salam dan bersalaman. Ini akan membantu Anda mengurangi ketegangan.

3.      Perkenalkan diri
  Tidak ada salahnya Anda memperkenalkan diri terlebih dahulu.  Untuk yang satu ini, alangkah baiknya jika Anda memperkenalkan diri dengan sedikit lebih komplit. Seperti ...
      “Saya Hana, anak bapak Fulan. Cucu nenek Fulanah.” 
    Sebab, pengalaman yang sudah-sudah, nih, kalau hanya memperkenalkan nama saja kemungkinan Anda kurang dikenal, hehe ... 
      "Nama saya Hana." Kemungkinan pertanyaan yang kemudian muncul adalah, 
      "Kamu anaknya siapa, Nduk?" :D :D  

4.      Bergaullah
   Menyapa adalah pembuka yang baik dalam percakapan. Jika orang yang Anda sapa menerima Anda dengan baik maka lanjutkanlah untuk mengobrol. Mungkin ini akan terasa seperti ketika Anda bertemu dengan orang lain di sebuah pesta, pertemuan, atau rapat kerja. Cobalah untuk melempar topik pembicaraan. Namun jika sudah ada, Anda bisa nimbrung. Asal jangan terlalu kepo atau sok tahu. Sewajarnya saja.

5.  Bertukar nomor 
Dalam setiap pertemuan pasti Anda akan menemukan orang-orang yang klop dengan diri Anda, enak di ajak ngobrol, dan sejalan dengan pemikiran. Apalagi jika dia masih ada pertalian keluarga. Tidak ada salahnya jika Anda bertukar nomor agar komunikasi tetap lancar. Ini seperti menemukan teman baru. Silaturahmi masih bisa berlanjut meski hanya lewat aplikasi gadget atau juga sosmed. Siapa tahu ini juga akan menjadi awal yang baik, terjalin kerjasama antara Anda dengan dia. Mungkin inilah yamg dimaksud dengan hikmah bersilaturahmi, yaitu memperlancar rezeki.


 Bagaimana?! Masih suka bingung dan grogi kalau bertemu keluarga besar?! Iya, sih. Tapi itu dulu. Sekarang saya menganggapnya sebagai sesuatu yang menyenangkan. Mengenal saudara jauh, baik jauh tempat tinggalnya maupun jauh silsilahnya dari saya. Bukankah banyak saudara dan teman itu menyenangkan ^^

26 komentar:

  1. Silahturahmi pagi..saat yang paling indah adalah disaat kita kumpul bersama keluarga.

    BalasHapus
  2. Qu juga ngerasa krik..krik mba kalau lagi arisan keluarga besar atau kumpul keluarga. Pengen nimbrung ko ga diajakin, ikutan ngobrol ga di waro halah mendingan makan qu si mba wkwkwk...yang penting ttp senyum simpul itu obatnya :p

    BalasHapus
  3. sama mbak lebaran tiap ada acara kumpul keluarga besar dari trah suami aku jadi canggung apalagi banyak sekali sampai aku gak bisa ngafalin satu-satu.

    visit back blogku ya mbk : www.yeni-susanti.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tips di atas bisa dipakai, Mbak ^^

      Hapus
  4. saya kadang juga gitu mbak, kalo utk keluarga besar dari mama saya alhamdulillah akrab sih, tapi yang keluarga besar dari bapak kurang begitu akrab soalnya silsilah keluarganya ribet XD jadi ya ketemunya cuma sekali setahun itu aja jd ngga begitu akrab hehe

    BalasHapus
  5. wah tapi seru juga ya, klo trah saya kok ndilalah tak pernah ada ngumpul2..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dikumpulkan, Bu. Habis lebaran biasanya ^^

      Hapus
  6. Terima kasih sharing nya. Aku juga keluarga besar. Yg kenal cuma sepupu doang. Tapi kalau ponakan dan cucu suka lupa. Maklum jarang ketemu karena rumahnya di luar kota

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, terkadang kalau jarang ketemu susah mengingat juga ^^

      Hapus
  7. senang sekali mbak kalo bisa tahu silsilah keluarga, karena itu penting banget. Sayangnya keluargaku udah pada lost contact sejak kakek nenek meninggal, cuma tahu keluarga terdekat aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tak apa, Mbak. Keluarga yang masih ada dirawat hubungannya agar tetap baik ^^

      Hapus
  8. Kayaknya perlu pake name tag ya kalo kumpul keluarga besar gitu. :D

    BalasHapus
  9. Di keluargaku belum ada arisan keluarga atau halal bi halal keluarga besar sih, Mbak. Palingan berkunjung rumah ke rumah saja. di situ malah lebih tahu, oh ini anaknya ini. Seperti itu. Jadi, rasanya beda ya, kan jumlahnya tidak banyak.

    BalasHapus
  10. Ke 6. Ajaklah selfie, pokoe sok kenal sok dekatlah. Haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wooo ... Lha, ini. Tips yang perlu dicoba ^^

      Hapus
  11. Momen paling dinanti nih, kumpul bersama keluarga besar...

    BalasHapus
  12. Wah iya, keluargaku juga very big family hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, kalau kumpul semua pasti ramai tuh ^^

      Hapus
  13. Diberi ciri khas tiap paman paman dan bibi misalnya pak etek, pak Cik, Wak buyut, Nek ino Nek Anang dijamin gak sama deh..

    BalasHapus

Terima kasih telah berbagi komentar