Rabu, 10 Desember 2014

ONCE UPON TIME IN SELARAS



Bagi beberapa orang, memiliki perjalanan karir perlu melalui beberapa tempat kerja sebelum akhirnya mendapatkan tempat kerja yang klik. Klik di sini bukan hanya dilihat dari segi finansal, tapi juga suasana kerja, rekan kerja, sikap bos dan sistem yang dijalankan di tempat tersebut. Bisa dibilang, ini adalah proses mencari-cari. Dalam proses mencari itulah, terkadang, kita menemukan atau bahkan membuat sebuah hubungan yang menghadirkan cerita-cerita seru dengan rekan kerja, atasan atau juga asisten. 
Hari-hari di tempat kerja tidak hanya dilalui dengan hal-hal yang menyenangkan. Pertengkaran, cek cok, tangis-tangisan sampai mengharu biru juga ada, lho. Ini tidak hanya terjadi sehari atau dua hari. Terkadang bisa terjadi minggun, bulanan atau tahunan. Sikap kita dalam menghadapi berbagai situasi yang berkembang ditempat kerja, serta hubungan yang kita kembangkan, sangat menentukan kekompakan yang terbentuk. Hubungan dari hati ke hati. 
Saya dan para asisten, hubungan kami tidak hanya sebatas pekerjaan. Kami sudah seperti saudara, seperti adik kakak. Setiap permasalahan di diskusikan dan dipecahkan bersama. Terkadang bukan hanya masalah pekerjaan saja, masalah pribadi pun terkadang tak luput dari curhatan, hehehe :D
Dan bila saat itu tiba, saat kita harus move on (itu istilah yang saya pakai pada asisten-asisten saya, untuk menggapai sesuatu yang lebih baik). Ada rasa yang gimana gitu, jika harus meninggalkan mereka. Rasanya sayang meninggalkan mereka. Namun manusia harus terus maju, mencapai sesuatu yang lebih baik. Sekarang adalah momen saya. Suatu saat bisa jadi momen mereka.
Bulan ini, resmi sudah saya meninggalkan mereka. Hari terakhir masuk kerja dan berpamitan, banyak pesan dan kesan yang terucap. Kata perpisahan, suasana syahdu dan air mata yang hampir saja menetes. Tapi untung saja saya masih bisa menahan .. :( :( Di hari terakhir itu pula, mereka memberikan ini pada saya. Pertama kali saya melihatnya, saya langsung bilang, "so sweet sekali kalian." Merekapun menjawab, "jangan dilihat dari harganya ya, Mbak." Tentu saja. Ini hanyalah simbolis. Tapi saya yakin, jauh di dalam hati mereka ada yang lebih berharga, persahabatan. Dan itu tidak mengurungkan saya untuk memeluk mereka satu per satu :'( :'(


Terima kasih untuk para asistenku. Terima kasih atas bantuan kalian selama ini, atas kesabaran dan perhatian kalian, atas keceriaan hari-hari kita yang lalu. Semoga kesuksesan menyertai kita semua. Amin :) :)

1 komentar:

Terima kasih telah berbagi komentar