Jumat, 27 Desember 2013

Lomba Menulis Mewujudkan Impian Bersama BNI Taplus Anak dan Mizan

Syarat dan Ketentuan Lomba Menulis Mewujudkan Impian Bersama BNI Taplus Anak dan Mizan: 

A.    Peserta Lomba :
  • Peserta lomba merupakan anak berusia 9 – 12 tahun atau jenjang pendidikan SD kelas 4 – 6.
  • Peserta lomba memiliki BNI Taplus Anak dengan saldo rata-rata minimal Rp 500.000,- selama periode program. Orang tua peserta lomba memiliki BNI Taplus/BNI Taplus Bisnis/BNI Emerald Saving dengan saldo rata-rata minimal Rp.2.500.000,- selama periode program.
  • Peserta lomba menggunakan alamat email orang tua/wali (berusia 17 tahun atau lebih) untuk mengirimkan data diri dan naskah cerita.
  • Lomba menulis ini dapat diikuti oleh seluruh penduduk yang bertempat tinggal di Indonesia, termasuk keluarga karyawan BNI dan MIZAN.
  • Peserta lomba tidak dikenakan biaya apapun untuk berpartisipasi dalam lomba menulis ini.

B.    Pengiriman Data Diri dan Naskah Cerita :
  • Peserta lomba harus mengisi data diri dengan sebenar-benarnya sesuai dengan kartu identitas yang berlaku.
  • Akun twitter yang dicantumkan merupakan akun aktif.
  • Peserta sebaiknya menggunakan komputer PC, laptop, atau notebook untuk mengirimkan data diri dan naskah cerita. Penggunaan tablet tidak disarankan karena beberapa fitur kemungkinan tidak dapat berfungsi dengan sempurna.

C.    Kualifikasi Naskah Cerita :
  • Cerita dalam Bahasa Indonesia.
  • Cerita terdiri dari 3 – 6 halaman kertas ukuran A4.
  • Cerita diketik dengan jenis font Times New Roman, ukuran 12 pt, spasi 1,5.
  • Cerita diupload dalam format .doc, .docx. atau .pdf.
  • Cerita dapat berupa pengalaman atau rencana dalam mewujudkan impian bersama BNI Taplus Anak.
  • Cerita merupakan karya orisinil dan tidak boleh melanggar hak kekayaan intelektual pihak lain.
  • Cerita dilarang mengandung unsur pornografi, provokasi, fitnah, SARA, kekerasan, ekplotasi anak, seks, atau hal lain yang tidak sesuai etika dan norma sosial. Cerita yang mengandung unsur tersebut akan langsung didiskualifikasi.
  • Cerita yang dikirimkan belum pernah diikutkan dalam lomba jenis apapun sebelumnya.
  • Cerita yang dikirimkan belum pernah dicetak dan/atau diterbitkan secara komersil sebelumnya.
  •  Cerita yang dikirimkan oleh penulis sepenuhnya menjadi milik BNI.
  • Peserta lomba diperkenankan untuk mengirim naskah cerita sebanyak-banyaknya.

D.    Finalisasi :
  • Pemenang akan dihubungi langsung oleh BNI.
  • Peserta bertanggung jawab untuk memastikan bahwa data diri yang dikirimkan ke BNI adalah benar dan dicantumkan secara lengkap. BNI tidak bertanggung jawab atas keterlambatan, kesalahan tujuan, kehilangan, atau gagalnya upaya untuk menginformasikan kepada pemenang.
  • BNI berhak untuk mendiskualifikasi pemenang yang tidak memenuhi syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan, termasuk apabila pemenang tidak dapat dihubungi dan/atau diverifikasi.
  • 500 pengirim pertama akan mendapatkan hadiah langsung CD Ambilkan Bulan.
  •  20 karya tulis terbaik akan diterbitkan menjadi sebuah buku dalam seri Kecil-Kecil Punya Karya (KKPK) Mizan.
  •   20 pemenang mendapatkan uang saku berupa tabungan BNI Taplus Anak sebesar Rp.250.000,- selama 4 bulan.
  •  20 pemenang tersebut akan diundang ke Jakarta untuk menghadiri peluncuran buku dan mengikuti workshop menulis “Writing Camp” BNI – Mizan secara gratis. BNI akan menyediakan transportasi dan akomodasi untuk pemenang dan satu orang pendamping.
  • 3 pemenang utama akan mendapatkan tambahan hadiah jutaan rupiah dalam bentuk tabungan BNI Taplus Anak dan BNI Tapenas.
  •   Seluruh pemenang menyetujui penggunaan data diri yang diperoleh dari peserta untuk tujuan publisitas, iklan, perdagangan, atau promosi di media apapun milik BNI tanpa pemberitahuan sebelumnya ataupun kompensasi.
  •  Hadiah tidak dapat ditukar dalam bentuk apapun.
  •  Terkait dengan hadiah dalam bentuk setoran awal BNI Tapenas, apabila pemenang tidak bersedia datang ke Kantor Cabang BNI untuk membuka rekening BNI Tapenas, maka hadiah setoran awal BNI Tapenas tersebut tidak dapat dicairkan dalam bentuk uang tunai atau dialihkan menjadi tambahan saldo tabungan produk BNI apapun. Dengan kata lain, hadiah setoran awal BNI Tapenas tersebut akan hangus.
  • Hadiah tidak dapat dipindahtangankan kepada pihak lain.
  • BNI berhak mempublikasikan nama pemenang di seluruh media milik BNI, surat kabar, ataupun media komunikasi lainnya.
  • BNI berhak meminta bukti pemenang berupa surat konfirmasi pemenang ataupun bukti karya tulis asli sebelum hadiah diserahkan.
  •  Apabila karena satu dan lain hal hadiah dibatalkan atau hangus, BNI atas kebijakannya sendiri berhak untuk memberikan hadiah yang batal atau hangus tersebut kepada peserta lain yang memenuhi kriteria penilaian tim juri (atas kebijakan BNI).
  •  Para pemenang harus menandatangani surat pernyataan untuk menerima hadiah dalam bentuk yang ditentukan oleh BNI.
  • Keputusan juri adalah mutlak dan tidak dapat diganggung gugat.
 
 --------------------------------


SUMBER : http://www.mizanstore.com/agenda/lomba-menulis-mewujudkan-impian-bersama-bni-taplus-anak-dan-mizan.html#.Ur0vBvuFQRu

Jumat, 20 Desember 2013

Sudah menulis, lama, panjang, tapi tidak pernah selesai...?

By.  Ari Kinoysan Wulandari 

Memulai lagi, menulis lagi, tidak selesai lagi. Sebenarnya
apa yang terjadi? Biasanya hal tersebut disebabkan oleh
kondisi seperti ini:

1. Tidak memiliki orientasi dan tujuan yang jelas atas tulisannya.
2. Selalu mengubah-ubah format penulisan yang ditetapkan saat awal.
3. Menambahkan materi yang tidak ada di sinopsis atau outline.
4. Terlalu peduli masalah keterbacaan naskah, sehingga sedikit-sedikit diubah.
5. Tidak mematuhi deadline yang sudah dibuat.
6. Mengedit naskah sepanjang penulisan.
7. Merasa tidak pede dengan tulisan sendiri.
8. Saat break membaca tulisan orang lain, dan merasa naskahnya “setipe”.
9. Menganggap tulisan orang lain lebih hebat.
10. Berusaha keras menyamakan “gaya tulisannya” dengan gaya tulisan orang lain (biasanya penulis/pengarang idolanya).

Kalau mau selesai, lakukan hal yang sebaliknya...

1. Orientasi dan tujuan penulisan harus jelas, apakah untuk berbagi ilmu, pengalaman, inspirasi, menghibur, komedi, dll.

2. Kalau sudah membuat format/desain penulisan, ikuti saja.

3. Jangan menambahkan materi dalam sinopsis. Kalau dalam proses penulisan ada ide cerita lain, buka file baru, tulis, simpan, dan lanjutkan pekerjaan awal. Ide baru ditulis belakangan.

4. Saat menulis, kalau ada salah ketik, kurang ini itu, lewati saja, bereskan belakangan. Jangan pikirkan juga apakah orang lain mengerti tulisan anda karena anda akan sibuk membuat tulisan “agar dimengerti” orang lain. Selesaikan dulu, dan benahi belakangan.

5. Patuhi deadline yang sudah dibuat. Menulis itu masalah disiplin dan komitmen diri, bukan orang lain.

6. Jangan mengedit naskah saat menulis. Apa yang tertulis, biarkan saja sampai selesai, baru lakukan editing.

7. Harus pede. Harus percaya, tiap orang unik, tiap pribadi istimewa, termasuk diri anda sendiri.

8. Tulisan yang “setipe” asal penggarapannya beda, tidak masalah. Banyak kisah klise dan sejenis, tapi tetap laris manis.

9. Setiap orang punya “sesuatu” di dalam hidupnya yang tidak dimiliki orang lain, jadi konsentrasilah pada sesuatu yang istimewa tersebut. Setiap orang sempurna dengan kemanusiaannya, memiliki kekurangan dan kelebihan. Bijaksanalah dalam memandang segala sesuatu.

10. Jadilah diri sendiri, miliki gaya tulisan anda sendiri yang khas, jangan meniru orang lain. Ingat copycat tidak pernah akan sebaik aslinya.

Rabu, 18 Desember 2013

Proyek Menulis Novel #AstralProjection

Hi, Guys!
Kali ini, Redaksi Teenlit & Young Adult DIVA Press membuka peluang buat kamu mencoba sebuah tantangan menulis novel yang melibatkan dunia astral. Penjelasan singkat mengenai Astral Projection bisa dibaca di sini.
Kami menyediakan 7 pilihan tempat tujuan perjalanan astral antara lain:
  1. Peradaban Mesir Kuno
  2. Peradaban Romawi Kuno
  3. Peradaban Yunani Kuno
  4. Peradaban Maya
  5. Peradaban Aztec
  6. Peradaban Mesopotamia
  7. Peradaban Babilonia

Konten utama dari novel ini meliputi beberapa hal:
  1. Proses memasuki dunia astral (bisa melalui sebuah ritual, kejadian, kekuatan supranatural, dan sebagainya)
  2. Pengalaman selama berada di alam astral (ini akan memunculkan berbagai konflik yang tidak terbayangkan oleh si tokoh)
  3. Kembali ke dunia semula
  4. Kekuatan Logika, setting peradaban, dan penokohan yang saling mendukung satu sama lain
 Syarat utama penulis:
  1. Mampu menyelesaikan novel setebal 180-220 hlm, A4, spasi 2, TNR dalam waktu 4 bulan
  2. Memiliki sumber referensi valid mengenai Astral Projection dan peradaban klasik yang ditulis.
  3. Menghadirkan tokoh utama berusia antara 25-30 tahun (young adult)
  4. Tidak sedang mengikuti proyek menulis lainnya dari pihak mana pun

Cara berpartisipasi:
  1. Silakan kirim outline, sinopsis, dan sampel 1 bab ke: deteensmail@gmail.com, tulis pada judul email:#AstralProjection+(peradaban), misal: #AstralProjection+MesirKuno. Ditunggu sampai Selasa, 31 Desember 2013, pukul 15.01 WIB.
  2. Proses penulisan per bab akan diawasi penuh oleh mentor #KampusFiksi

Masing-masing kandidat akan dihubungi via email oleh redaksi.
Kami tunggu penawaran dari kalian, Guys!!!

SUMBER : https://www.facebook.com/notes/penerbit-diva-press/proyek-menulis-novel-astralprojection/638312412877213

Kamis, 28 November 2013

Lomba Menulis Cerita Pendek Hutan & Lingkungan PERHUTANI GREEN PEN AWARD

Perhutani Green Pen Award | Rayakultura.net 
Peserta Kategori A (Pelajar SLTP dan SLTA)
Peserta Kategori B (Mahasiswa, Guru, Dosen, Penulis/Pengarang dan Umum)
Syarat-Syarat Lomba:
1. Peserta lomba adalah: Warga Negara Indonesia, Pelajar SLTP dan SLTA (Kategori A) dan Mahasiswa, Guru, Dosen, Penulis/Pengarang dan Umum (Kategori , di di Tanah Air maupun yang bermukim di luar negeri
2. Lomba dibuka 22 November 2013 dan ditutup 22 Februari 2014 (Stempel Pos/Jasa Kurir)
3. Judul bebas, tema cerita: Kehidupan manusia dan makluk hidup lainnya (binatang dan tumbuhan) dengan berbagai aspeknya terkait dengan hutan dan lingkungan hidup yang melingkupi eksistensi bumi
4. Naskah ditulis dalam Bahasa Indonesia yang benar, indah (literer) dan komunikatif. Boleh menggunakan jargon bahasa daerah, bahasa asing dan bahasa gaul untuk segmen dialog para tokoh cerita
5. Naskah yang dilombakan karya asli (bukan jiplakan, terjemahan atau saduran) dan belum pernah dipublikasi
6. Panjang naskah 5 – 10 halaman A4, ditik 1,5 spasi dengan huruf Times New Roman ukuran 12 font, margin standar.
7. Naskah diprint sebanyak 2 (dua) rangkap, file dimasukkan dalam CD dilampiri Biodata dan Identitas (Kategori A melampirkan fotocopy Kartu Pelajar/Surat Keterangan dari Sekolah; Kategori B melampirkan Kartu Mahasiswa/KTP bagi Mahasiswa, Guru, Dosen dan Umum melampirkan Fotocopy KTP). Cantumkan alamat, Telepon/HP dan E-mail yang mudah dikontak.
8. Peserta wajib melampirkan tulisan singkat tentang salah satu kegiatan Perum Perhutani. Tulisan ditik rapi sebanyak 70 – 100 kata, diperbolehkan menambahkan foto apabila ada. Sumber informasi mengenai Perum Perhutani dapat diaskes di Situs Remi: www.perumperhutani.com atau dari internet, surat kabar, majalah dll dengan menyebut sumbernya
9. Peserta mengirimkan karya i 1 (satu) judul, maksimal 2 (dua) judul, dikirimkan ke Panitia Lomba Menulis Cerpen Hutan dan Lingkungan (LMCHL) Perum Perhutani – Jl. Gedung Hijau I No.17 Pondok Indah, Jakarta Selatan 12450
10. Naskah yang dilombakan menjadi milik penyelenggara, hakcipta pada pengarang
11. Pemenang diumumkan 22 Maret 2014 melalui Situs: www.perumperhutani.com, www.rayakultura.net dan Grup-Grup Penulis di Jejaring Sosial
12. Hadiah Bagi Pemenang Kategori A
- Pemenang 1: Perhutani Green Pen Award + Uang Tunai Rp 4.000.000,-
- Pemenang 2: Piagam Perhutani Green Pen + Uang Tunai Rp 2.000.000,-
- Pemenang 3: Piagam Perhutani Green Pen + Uang Tunai Rp 1.000.000,-
- 3 (Tiga) Pemenang Karya Unggulan, masing-masing mendapat hadiah Piagam Perhutani Green Pen + Uang Tunai Rp 750.000,-
- 50 (Lima Puluh) Pemenang Harapan mendapat Piagam Perhutani Green Pen Award
13. Hadiah Bagi Pemenang Kategori B
- Pemenang 1: Perhutani Green Pen Award + Uang Tunai Rp 5.000.000,-
- Pemenang 2: Piagam Perhutani Green Pen + Uang Tunai Rp 3.000.000,-
- Pemenang 3: Piagam Perhutani Green Pen + Uang Tunai Rp 2.000.000,-
- 3 (Tiga) Pemenang Karya Unggulan, masing-masing mendapat hadiah Piagam Perhutani Green Pen + Uang Tunai Rp 1.000.000,-
- 50 (Lima Puluh) Pemenang Harapan mendapat Piagam Perhutani Green Pen Award
Catatan:
1. Seluruh Pemenang mendapat Buku Seni Menulis Sastra Hijau
2. Informasi Perhutani Green Pen Award dapat diakses di www.perumperhutani.com dan www.rayakultura.net
3. Bagi yang ingin mendalami Sastra Hijau dapat mengakses Artikel-artikel Penulisan Sastra Hijau di Situs: www.rayakultura.net
Jakarta, 22 November 2013
Naning Pranoto – Koordinator Lomba

----------------------------

SUMBER : http://www.rayakultura.net/lomba-menulis-cerpen-genre-sastra-hijau/

Senin, 25 November 2013

LOMBA MENULIS CERPEN “DONGENG MASA KECIL INSPIRASIKU”

 

 Dongeng, legenda, fabel, atau bibble yang sering menjadi pengantar tidur saat kecil dulu masih jelas terekam dalam ingatan, menyisakan kenangan hangat yang takkan terlupakan. Bahkan saking membekas, adakalanya cerita-cerita itu terasa hidup dan mempengaruhi dunia kita saat ini. Juga, menjadi sumber inspirasi dalam mengejar prestasi, karier, juga kehidupan rumah tangga.

Mungkin Sahabat merasa bahwa cerita-cerita yang sering kita dengar dulu itu ternyata memiliki ikatan yang kuat dalam hidup Sahabat saat ini. Nah, bagaimana kalau Sahabat tuangkan pengalaman itu ke dalam sebuah Cerpen Inspiratif dan ikutkan dalam Lomba Menulis Cerpen “Dongeng Masa Kecil Inspirasiku” yang diselenggarakan oleh Penerbit Remaja de TEENS dan Grup Pustaka Inspirasi-ku.


Syarat dan Ketentuan:

Simak dengan baik ya,  syarat-syaratnya, sebagai berikut:

-. Cerpen diangkat dari kisah nyata, baik yang dialami sendiri maupun oleh orang lain, yang sahabat kenal.

-. Cerpen tidak mengandung Unsur SARA, Politik tertentu,  dan pornografi.

-. Panjang cerpen 10 – 15 halaman A4, spasi 2, TNR 12, justified, margin 4-4-3-3 cm

-. Naskah dikirim dalam bentuk file word (nama file = Nama Penulis spasi Judul Naskah), ke email: pustakainspirasiku@gmail.com dengan subjek #CerpenInspirasi spasi nama penulis spasi judul cerpen (contoh #CerpenInspirasi Kamiluddin Azis Cinderella Berhijab Putih )

-. Sertakan biodata diri lengkap (berisi nama asli, alamat lengkap, nomor HP, nomor rekening bank), juga biodata dalam bentuk narasi, di akhir naskah (digabungkan dalam satu file word sekaligus).

-. Setiap peserta wajib follow twitter penyelenggara lomba ini yaitu: @bukuilmuku (akun grup) dan @de_teens, dan mention setelah mengirimkan naskah. Satu peserta hanya diperbolehkan mengirimkan 1 naskah terbaiknya saja.

-. Lomba ini dibuka mulai tanggal 28 November 2013 s/d 28 Januari 2014. Lama penjurian 1 bulan.

-. Update daftar peserta setiap hari Kamis s/d penutupan Dead Line, di dokumen dan blog Grup Inspirasi-ku, serta di blogdivapress.com.


Hadiah:

-. Akan dipilih naskah-naskah terbaik, dengan penghargaan sbb:

Juara    1: Rp   500.000,-  + 1 buku tanda terbit

Juara    2: Rp   300.000,- +  1 buku tanda terbit

Juara    3:Rp    200.000,- +  1 buku tanda terbit

Masing-masing nominator yang karyanya diterbitkan akan mendapat fee dan 1 buku tanda terbit.

Ayo, kirimkan naskah terbaikmu dan jadilah yang pertama terbit tahun 2014 mendatang.

Salam Inspirasiku


PS :

Contoh cerpen yang kami cari, misalnya seperti ini:

-. Kisah sahabatmu yang kini menjadi Putri Indonesia. Sejak kecil orang tuanya sering menceritakan kisah-kisah tentang putri kerajaan yang cantik dan baik hati. Hal ini membuat sahabatmu itu terinspirasi untuk menjadi seorang putri. Berkat kesungguhan dan kebulatan tekadnya, kini ia benar-benar menjadi seorang putri. Bukan putri kerajaan memang, melainkan seorang Putri Indonesia. Dengan jiwa sosialnya yang tinggi, ia sering keliling Indonesia untuk membantu anak-anak di daerah terpencil.


Sumber gambar: wallcoo.net


-------------------------

SUMBER : https://www.facebook.com/notes/penerbit-diva-press/lomba-menulis-cerpen-dongeng-masa-kecil-inspirasiku/629089717132816

Jumat, 22 November 2013

Show, Don’t Tell

By. Jia Effendie

Hai teman-teman,
Sesering apa sih, kamu mendengar orang-orang (penulis) mengatakan: “Show, don’t tell”, ketika sedang memberi tip menulis? Saya sih, sering. Hampir di setiap buku tentang cara-cara menulis, siapa pun yang menulisnya, selalu ada bagian itu. Barangkali si penulis buku itu tidak menyebutnya sebagai Show don’t tell, tetapi intinya sama: jangan cuma ceritakan, tapi tunjukkan. Buatlah para pembacamu membayangkan dengan jelas apa yang sedang kamu ceritakan, alih-alih cuma bercerita dengan cara seperti ini.
“Hari ini saya bangun, lalu ke kamar mandi, setelah itu mandi dan gosok gigi. Setelah berganti baju, saya pergi ke kantor.”
Bayangkan membaca novel sepanjang 300 halaman dengan cara bercerita seperti itu! Saya sih, ogah! Baru paragraf pertama aja udah pengin lempar. Atau, kalau kata pacar saya pas lagi sadis, lempar ke api unggun!
Tapi-tapi-tapi, gimana sih caranya menulis dengan cara mempertunjukkan dan bukan menceritakan, itu?
  • Deskripsikan.
Lukisan adegan secara mendetail. Di mana adegan itu terjadi, kemudian siapa saja yang terlibat dalam adegan tersebut. Seperti apa karakter-karakternya.
  • Gunakan kelima pancaindra (dan indra keenam?).
Sewaktu mendeskripsikan adegan yang kamu tulis, masukkan pula indra. Misalkan, apa yang dilihat karakter dalam adegan tersebut. Apakah dia menyentuh sesuatu? Bagaimana teksturnya? Apakah ada aroma tertentu? Seperti apa baunya? Atau dia mendengar sesuatu? Seseorang berbicara? Emosi apa yang dikandung oleh suara tersebut?
Tetapi, bukan berarti kesemua indra itu harus dimasukkan di dalam teks, ya… masukkan saja yang paling kuat.
  • Tulislah dengan spesifik, jangan samar-samar.
  • Tambahkan dialog di antara narasi. Tapiii, ini pun harus hati-hati. Jangan sampai kamu terus-terusan nulis dialog tapi kelupaan sama narasinya. Buatlah porsi narasi dan dialog seimbang, biar pembaca enggak bosan.
Coba bandingkan dua teks ini, mana yang menurutmu mengikuti prinsip show not tell?
Beberapa hari kemudian.
“Rangga, ayo berangkat. Nanti kamu terlambat,” seru Bu Ninis pada Rangga yang masih berada di kamar mandi. Namun, tak ada jawaban.
“Rangga, kamu lagi apa? Kok lama banget mandinya?” serunya lagi sambil mengetuk pintu kamar mandi, Bu Ninis semakin heran.
Lagi-lagi Rangga tak menjawab.
“Rangga?”
“Kenapa, Mi?” tanya Pak Edwin yang tiba-tiba muncul.
“Ini, Pi. Rangga kok mandinya lama banget.”
“Rangga, ayo cepat, Nak. Nanti kamu terlambat,” Pak Edwin pun turut memanggil-manggil Rangga sambil mengetuk pintu kamar mandi.
Sementara di dalam kamar mandi, Rangga terlihat tengah meringkuk. Memegangi dadanya. Rangga makin tak mengerti dengan keadaannya ini, terlebih ada sedikit bercak darah setiap kali ia terbatuk.
“Rangga?”
Saat mendengar lagi panggilan mami-papinya, ia memaksakan untuk membuka mata dan menegakkan tubuhnya, tapi sebelum itu, ia membersihkan bercak-bercak darah di lantai kamar mandi. Setelah memastikan tidak ada bekas, ia perlahan-lahan bergerak ke arah pintu lalu membukanya.
“Rangga, kamu kenapa? Kok pucat banget? Kamu sakit?” seru Bu Ninis kaget.
“Iya, Nak. Kamu kenapa?”
“Aku cuma kurang enak badan, kok.” seketika itu Rangga kembali terbatuk-batuk.
Lantas Bu Ninis meraih tubuh Rangga, menuntunnya ke ruang tengah. Diikuti Pak Edwin di belakang mereka. “Kamu duduk dulu,” Bu Ninis menyandarkan tubuh Rangga di sofa di ruang keluarga. “Kita bawa Rangga ke dokter saja, ya, Pi?” tanyanya kemudian.
“Biar Papi panggilkan Dokter Romi saja, Mi. Supaya Rangga bisa cepat diperiksa. Mungkin sekarang Dokter Romi belum berangkat, jadi bisa sekalian kita minta tolong dia memeriksakan keadaan Rangga.”
“Bukankah Dokter Romi spesialis penyakit dalam, Pi?”
“Kalau untuk sekadar penyakit umum, Papi yakin dia sudah mengerti betul.”
Bu Ninis diam sejenak sambil memandangi Rangga yang tengah bersandar lemas di sofa, lalu menoleh ke arah suaminya dan mengangguk.
*
Di dalam kamar, Dokter Romi tengah memeriksakan kondisi Rangga yang terbaring di tempat tidur sambil menempelkan stetoskop di dadanya. Sementara Pak Edwin dan Bu Ninis hanya memandangi dari belakang.
Rangga lantas mengerutkan dahi, melihat mimik muka Dokter Romi yang tiba-tiba berubah.
“Bagaimana, Dok?” tanya Pak Edwin pada Dokter Romi yang baru saja selesai memeriksakan kondisi Rangga.
“Sekarang Rangga sudah membaik, dia tidak apa-apa,” jawabnya singkat dengan tatapan yang menyembunyikan sesuatu. “Boleh kita berbicara di luar sebentar?”
Pak Edwin merasa heran. “Iya, Dok,” jawabnya sambil mengangguk.
“Memangnya ada apa sih, Mi? Kok Dokter Romi mukanya serius begitu?” Rangga pun tak kalah heran.
Maminya menggelengkan kepala sambil memasang raut wajah yang sama.
Tak berapa lama setelah itu, Papinya kembali masuk ke kamar lalu menghampiri istrinya dan Rangga, sedangkan Dokter Romi tampaknya sudah pulang.
“Ada apa, Pi?” tanya Bu Ninis.
Pak Edwin tak segera menjawab, ia tertunduk, seperti mengumpulkan keberanian untuk mengatakan sesuatu.
“Pi?”
“Mi, kita harus membawa Rangga ke rumah sakit.”
“Lho?”
“Untuk memeriksa keadaan Rangga lebih jauh. Itu saran dari Dokter Romi.”
“Kapan, Pi?”
“Siang ini. Dokter Romi sudah mengatur jadwalnya. Papi ingin minta izin lebih dulu ke kantor.”
Bu Ninis pun mengangguk ragu. Ia bisa membaca dari sorot mata suaminya itu, seperti telah terjadi sesuatu. Ia lantas mengikuti suaminya yang segera keluar kamar, hanya Rangga yang masih tak mengerti apa yang terjadi.
*
“Bagaimana, Dok?” tanya Pak Edwin pada Dokter Romi setelah menjalani serangkaian pemeriksaan.
Dokter Romi sejenak tak menjawab. Hal ini membuat Rangga dan Maminya semakin bertanya-tanya.
“Setelah saya memeriksakan keadaan Rangga tadi pagi, saya merasa ada sedikit ada yang ganjil di dada Rangga, tapi saya belum bisa memastikan apa itu. Setelah pemeriksaan barusan, saya yakin…” Dokter Romi sejenak menghela nafas, “Rangga mengalami PJB.”
“PJB? Maksudnya penyakit jantung bawaan?”
“Iya. Itu tak lepas dari gejala-gejala yang Rangga alami, dan ada suara-suara bising di jantungnya. Pemeriksaan barusan semakin menguatkan dugaan saya.”
Astaghfirullah, Pi!” Bu Ninis kaget mendengar penjelasan Dokter Romi. Lantas ia menatap wajah Pak Edwin, seperti meyakinkan bahwa apa yang didengarnya ini tidaklah nyata. Sementara itu, Rangga masih terdiam, ia merasa seperti ada godam yang menghantam kepalanya.
“Apa itu tidak salah, Dok? Apa Dokter sudah benar-benar memastikannya?” tanya Pak Edwin lagi.
“Awalnya saya masih ragu, tapi setelah melihat hasil pemeriksaan, saya bisa memastikan kalau Rangga mengidap PJB.”
Seketika Pak Edwin dan Bu Ninis sama-sama memandangi wajah anaknya itu.
“Karena itu, saya menyarankan Rangga untuk bisa segera operasi. Kalau kalian setuju dan Rangga pun begitu, saya akan mengatur jadwalnya.”
Mereka masih terkejut dengan apa yang baru saja Dokter Romi jelaskan. Begitu pun Rangga, ia masih terdiam sambil memasang tatapan kosong. Mendengar kata operasi, membuatnya dilimpahi beragam asumsi dalam benaknya. Benarkah ia menderita penyakit jantung? Rangga seperti mendapat mimpi buruk dan terjebak di dalamnya.
Ekspresi wajah Bu Ninis dan Pak Edwin berangsur-angsur berubah. Mata mereka mulai berkaca-kaca. Benarkah anak mereka satu-satunya ini mengalami keadaan demikian? Apakah tidak salah? Lalu apa yang terjadi selanjutnya? Operasi? Apa Rangga bisa kembali normal? Bermacam-macam tanya mulai menghantui mereka.
“Bagaimana?” Dokter Romi bertanya kembali untuk meyakinkan Pak Edwin dan Bus Ninis agar segera menangani Rangga melalui operasi. Jalan satu-satunya yang bisa ditempuh.
Pak Edwin mengangguk. Sementara Bu Ninis langsung memeluk Rangga, mencoba menenangkan hati Rangga. Ia tahu, Rangga sama terpukulnya dengannya, bahkan lebih terpukul lagi.
Bandingkan dengan yang ini:
“Rangga, ayo berangkat. Nanti kamu terlambat.” Bu Ninis, ibu Rangga, berseru dari luar kamar mandi. Namun, yang dipanggil tidak memberikan jawaban.
Rangga sedang meringkuk di lantai kamar mandi ketika mendengar panggilan ibunya. Telapak tangan kirinya menekan dadanya keras-keras, sementara tangan kanan menutupi mulutnya, meredam suara batuk. Dia mendengar ibunya kembali memanggil namanya, tetapi dia tak punya suara untuk menyahut, sibuk meredakan nyeri yang menyerang dadanya.
“Rangga!” ketukan di pintu semakin menuntut. Pemuda itu kembali terbatuk, kali ini bercak darah tertinggal di telapak tangannya. Dia mencoba untuk bangun, menyangga tubuhnya pada wastafel lalu menatap wajah pucatnya di cermin ketika berhasil berdiri. Rangga menyalakan keran dan mencuci darah di tangan dan mulutnya, lalu menjawab panggilan ibunya dengan suara serak dan terdengar mirip erangan.
“Kamu enggak apa-apa?” suara Bu Ninis mulai terdengar khawatir.
“Rangga enggak apa-apa, Mi,” katanya sambil membuka pintu kamar mandi. Dia memaksa tubuhnya berjalan dengan tegak dan memasang senyum terpaksa di wajahnya. Namun, baru dia melangkah keluar dari kamar mandi, tubuhnya rubuh.
Sayup, Rangga mendengar Mami memanggil Papi dengan kepanikan yang tidak bisa ditutupi lagi, lalu suara parau Papi menelepon dokter.  Setelah itu, dia terbangun di tempat yang tidak dikenalinya.
Ruangan itu serbaputih. Dia berada di atas ranjang dorong kecil dikelilingi tirai-tirai sama putihnya. Dadanya masih terasa nyeri, seperti ada yang memukulinya berkali-kali dengan palu godam. Dia menarik napas, tetapi jantungnya seperti ditahan kuat-kuat dengan karet. Ketika dia mengembuskan napas, rasanya seperti ditembak katapel. Pandangannya buram. Lampu neon di tengah-tengah ruangan yang disekat-sekat tirai itu membuat matanya perih. Bau alkohol dan antiseptik menyengat hidungnya.
Tirai putih itu tersibak, memunculkan laki-laki berjas putih yang menyapanya dengan senyum hangat. Tangannya memegang papan penjepit kertas berisi berkas-berkas. Dua perawat dan kedua orangtuanya mengikuti di belakangnya.
“Kita pindah ke kamar perawatan, ya,” ujarnya sambil memberi isyarat kepada kedua perawat yang langsung menyetel ranjang dorongnya.
Rangga merasa pusing dan kembali memejamkan mata, merasakan ranjang berderak-derak memindahkannya entah ke mana.
Pemandangan yang dilihat Rangga kembali berubah saat dia membuka matanya lagi. Warna cat ruangan itu hijau pupus. Sofa untuk satu orang dengan warna senada diletakkan di pojok ruangan, bersebelahan dengan meja kecil yang penuh dengan kantong plastik dari sebuah minimarket. Maminya duduk tertidur di sofa itu, tampak lelah dan cemas.
“Mi,” ujarnya dengan suara lemah. Ibunya bergeming. “Mi,” ulangnya. Kali ini lebih keras, tetapi itu membuat tenggorokannya perih dan terbatuk. Mami langsung siaga ketika mendengar batuk-batuk anaknya. Dia mengucek mata dan buru-buru mendekati ranjang Rangga.
“Iya, Nak?”
“Rangga kenapa, Mi?”

Rangga tidak sanggup meneruskan lamunannya. Empat tahun berlalu sejak kejadian itu. Dia mengidap penyakit jantung bawaan. Lazimnya, penyakit ini diketahui sejak masih kanak-kanak atau bahkan sejak dalam kandungan, tapi pada dirinya, baru terdeteksi setelah dia beranjak remaja. Sebenarnya, gejala-gejalanya sudah mulai terlihat, tetapi masih bisa tertanggulangi, sehingga kedua orangtuanya tidak terpikir untuk memeriksakannya kepada dokter spesialis.
Ia memejamkan mata, mencoba mengusir bayangan masa lalunya itu. Semakin ia mengingat-ingat, semakin hatinya teriris. Sudah banyak hal yang dikorbankannya karena penyakit ini, termasuk dia. Seorang gadis yang menjadi alasannya kembali ke negara ini. Gadis yang memenuhi ruang dalam hati dan benaknya. Dia kembali menatap foto dalam genggamannya. Foto terakhir gadis itu sebelum Rangga pergi.
Vi, kamu pasti bertanya-tanya, kenapa aku tiba-tiba pergi? Supaya suatu saat, aku bisa bertemu kamu lagi. Dan sekarang menjadi kenyataan. Aku akan menemuimu, Vi.
Rangga menghela napas, lalu bangkit dari kursi yang didudukinya. Senyumnya mengembang, tangannya terangkat dan melambai.
Jemputannya sudah datang.
Sudah cukup terbayang?
Yuk menulis :)  

------------------------------------------
SUMBER :  http://jiaeffendie.wordpress.com/2013/09/16/writing-show-dont-tell/

Senin, 18 November 2013

Bagaimana Caranya Menerbitkan Naskah di Gramedia Pustaka Utama?

Kami selalu menerima naskah dari penulis untuk kami terbitkan, bila naskah tersebut kami nilai memenuhi standar penerbitan kami. Namun, maaf sekali, kami tidak bisa menerima naskah yang dikirimkan melalui e-mail, karena akan menyulitkan tim editor dalam melakukan penilaian naskah.

Apabila Anda ingin menerbitkan naskah, silakan kirimkan naskah tersebut ke alamat kami di

PT Gramedia Pustaka Utama
Gedung Kompas Gramedia Lantai 5
Jl. Palmerah Barat 29-37
Jakarta 10270

Cantumkan jenis naskah Anda di sudut kiri atas. Fiksi/Nonfiksi. Remaja/Dewasa. Dll. Untuk memudahkan proses seleksi/pengkategorian.

Naskah yang dikirimkan harus dalam bentuk print out, lengkap (tidak hanya cuplikan naskah). Sertakan pula sinopsis cerita.

Tebal naskah untuk novel 100-200 halaman. (Bisa lebih asal jangan berlebihan)

Untuk buku anak, lengkapi dengan contoh ilustrasi. Konsep cerita (terutama untuk buku berseri).

Jenis kertas yang digunakan bebas, asal mudah dan enak dibaca. Ukuran font 12pt, dan spasi 1,5. Tema naskah juga bebas, selama tidak menyinggung SARA dan vulgar. 

Sertakan bersama naskah Anda, data diri singkat. 

Naskah sebaiknya sudah dijilid, agar tidak tercecer selama dibaca oleh tim editor kami.

Setelah masuk ke meja redaksi, naskah akan dibaca oleh tim editor selama minimal 4-5 bulan. Naskah yang belum bisa kami terbitkan, akan kami kembalikan.

Untuk keterangan lebih lanjut, Anda dapat menghubungi 53650110 ext. 3511/3512 (redaksi fiksi/nonfiksi).
Atau via e-mail: fiksi@gramediapublishers.com atau nonfiksi@gramediapublishers.com

NB.: Kami tidak memungut bayaran apa pun kepada penulis yang ingin menerbitkan naskahnya.
--------------------------------

Minggu, 17 November 2013

Lomba Novel Home Sweet Home

Untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik, terkadang kita dihadapkan pada pilihan untuk melangkah dan meninggalkan apa yang selama ini kita miliki. Kita memang tidak pernah tahu apa yang akan kita hadapi nanti, tapi jika tetap bertahan, maka hidup akan selalu sama entah sampai kapan.
Merantau dan traveling adalah pilihan yang sudah sangat lazim untuk menemukan sesuatu yang berbeda. Kita tidak pernah tahu seberapa lama kita akan merantau atau sejauh apa kita akan menghabiskan waktu untuk traveling.
Setelah pergi begitu lama dan begitu jauh, akan ada saat kita merindukan rumah. And it’s time to come back home. Bertemu kembali dengan orang-orang yang kita rindukan, melihat rumah tempat kita dibesarkan, menghirup udara yang tidak lagi sama seperti sekian waktu lalu.
Nah, tema “kembali” inilah yang akan diangkat dalam lomba novel Home Sweet Home. Silakan menonjolkan 2 poin di sini, yaitu kehidupan saat berada di tempat yang baru selama sekian waktu hingga proses hingga mengambil keputusan untuk menengok atau bahkan kembali ke kampung halaman. Apa hal-hal yang menarik yang dicari di kampung halaman dan tidak ditemui di tempat yang baru. Silakan ditampilkan dalam konflik yang kuat. Penceritaannya boleh menggunakan metode flash back. Kisah ini boleh berdasarkan kisah nyata atau sepenuhnya fiktif.
Lomba akan dibuka mulai 1 Oktober 2013 dan ditutup 31 Maret 2014, pukul 14.00 WIB.
Ketentuan peserta:
Peserta berusia minimal 18 tahun dan sudah mendapatkan izin orang tua untuk melaksanakan ibadah umrah, berangkat dari Yogyakarta. (info tanggal dan bulan pemberangkatan menyusul).
Ketentuan naskah:
  • Ketebalan naskah 200-250 hlm MS Word, font Times New Roman, size 12,  spasi 2, justified/rata kiri dan kanan, margin 4cm (atas/kiri) 3cm (kanan/bawah), ukuran kertas A4
  • Segmen remaja dan dewasa
  • Naskah adalah karya perseorangan
  • Gunakan gaya bahasa yang ringan
  • Menonjolkan detail karakter/penokohan dengan spesifik, misalnya karakter seseorang dari daerah tertentu, atau ciri yang dikreasikan sendiri hingga pembaca bisa membayangkan tokohnya seperti apa.
  • Setting cerita bebas dan tidak lepas dari detail yang unik
  • Memberikan pesan moral (boleh tersirat/tersurat)
  • Silakan mengirimkan naskah via email: hshdivapress@gmail.com dengan format judul/subject: Nama penulis (judul naskah)
  • Format nama file: Nama penulis (judul naskah)
  • Bodi email dibiarkan kosong saja.
  • Lengkapi dengan biodata narasi, no. HP, twitter, facebook, blog, dan sinopsis lengkap keseluruhan cerita (terpisah dari naskah novel)
  • Setiap peserta silakan LIKE fanpage: Penerbit DIVA Press & de TEENS atau follow @divapress01 & @de_teens
Hadiah
Juara 1:
  • 1 paket umrah (Hadiah ini bisa diwakilkan kepada kerabat dekat dan tidak bisa diuangkan. Paspor dan uang saku ditanggung penerbit)
  • 2 kontrak penerbitan (1 karya yang diikutkan lomba ini dan 1 karya layak terbit lainnya)
  • Sertifikat keikutsertaan
  • Sampel buku
5 nominator masing-masing akan mendapatkan:
  • 2 kontrak penerbitan (1 karya yang diikutkan lomba ini dan 1 karya layak terbit lainnya)
  • Sertifikat keikutsertaan
  • Sampel buku
Lomba ini dipersembahkan oleh DIVA Press Group

----------------------------

Rabu, 13 November 2013

Etika Mengirim Naskah ke Penerbit

By : Jia Effendie

Saya sudah lama sekali ingin menulis ini. Banyak penulis baru yang belum tahu bagaimana cara mengirim naskah ke penerbit. Apa yang harus dilakukan dan apa yang sebaiknya dihindari. 


manuscipt


Dos

  • Memperlakukan naskahmu dengan baik. Kalau kamu ingin naskahmu dihargai oleh editor (yang akan menilai naskahmu), kamu sendiri pun harus menghargainya, dong. Ini artinya, kamu mengirimkan naskah yang sudah rapi ke penerbit. Bukan naskah baru jadi lalu buru-buru dikirimkan karena sudah enggak sabar. Editor tahu kok, mana penulis yang menghargai tulisannya sendiri dan yang enggak. 

Mungkin kamu belum hafal isi KBBI dan cara penulisan kata yang benar, ataupun EYD yang benar. Tapi paling tidak, jangan sampai naskahmu penuh dengan kesalahan ketik dan tata bahasa.  Bersahabatlah dengan buku EYD, KBBI (Edisi 4), dan tesaurus.

  • Kirim naskahmu sesuai dengan persyaratan dari penerbit. Paling penting, sertakan biodata (alamat email dan nomor telepon yang bisa dihubungi) dan sinopsis (cara menulis sinopsis bisa dibaca di sini) serta keunggulan naskahmu. 
  • Catat setiap naskah keluar biar enggak lupa. Misalnya, tanggal, bulan, tahun berapa kamu kirim naskah A ke penerbit B. Ini biar kamu tahu kapan harus menanyakan status naskahmu kalau belum juga dikabari. Dan, biar kamu tahu ke mana kamu harus menanyakan naskahmu. Soalnya, ada tuh, yang menanyakan naskah ke penerbit C, padahal dia mengirimkannya ke penerbit B. Kalau udah mencak-mencak tahunya salah, kan, malu. Udah gitu jadi ditandain sama editornya kalau nanti kirim lagi. 
  • Lazimnya, penerbit akan mengabarimu soal keputusan terbit dalam waktu 1 minggu sampai 6 bulan. Jika di bulan ketiga kamu belum dapat kabar, kamu boleh menelepon sekretaris redaksi penerbit yang bersangkutan untuk menanyakan status naskahmu. Jika editor bilang sedang dibaca dan minta tunggu, telepon lagi 2 minggu kemudian. Kalau menelepon/menanyakan tiap hari, malah ganggu. 

Don’ts

  • Mengirim naskah yang sama pada waktu bersamaan ke 2 penerbit sekaligus. Selain enggak etis, ini menunjukkan kalau si penulis serakah. Jika naskahmu ternyata sebagus itu dan keduanya ingin menerbitkan naskahmu, kamu harus memilih satu dan mengirim surat penarikan ke penerbit yang lain. Namun, terkadang ada hal-hal di luar perkiraan. Misalnya, ternyata surat penarikanmu tidak sampai ke penerbit yang dimaksud, akan menimbulkan masalah di kemudian hari. Lagi pula, dengan sikap seperti ini, penerbit yang kamu “tolak” mungkin akan memasukkan kamu ke daftar hitam. Kamu tunggu saja, kalau penerbit menolak naskahmu, langsung perbaiki dan kirim ke penerbit lain yang sesuai. 

  • Caper sama editor di media sosial dan menanyakan status naskahmu berkali-kali. Kalau kamu tahu email/nomor kontak editornya, sebaiknya lewat jalur pribadi aja, ya….
  • Repot-repot menghias naskahnya biar tampak “beda”, dicetak di kertas berwarna atau digambari satu per satu. Penerbit membutuhkan naskah, bukan dekorasi. Tulis surat pengantar naskahmu dengan lugas dan jelas. 
  • Membagi setiap pembicaraan/surat/update dari penerbit soal naskahmu di media sosial. Diam-diam saja dulu, ya, sampai naskah itu terbit. Lagi-lagi, kita enggak tahu apa yang akan terjadi nanti. Siapa tahu enggak jadi terbit di penerbit itu. Maksud hati mau promo dan berbagi kesenangan, taunya enggak jadi. Lagi pula, surat dari penerbit itu ditujukan kepada penulis, kamu, bukan untuk konsumsi orang banyak.

Nah, itu aja dulu. Kalau kamu punya dos and don’ts lain soal mengirim naskah ke penerbit, silakan dibagi di kolom komentar.

Selamat mengirimkan naskahmu!



ps:

Ini soal teknis, sih. Ketika mengetik naskahmu, buat paragraf dengan menggunakan fitur paragraph layout, jangan memakai tab, karena ini akan menyulitkan layouter kelak ketika menyeting naskahmu. Kayak gini, nih:


Image


---------------------------------------

Jumat, 02 Agustus 2013

Tips Berkarir sebagai Freelance Writer

By. Ari Kinoysan Wulandari

Menjadi penulis lepas (freelance writer) terlihat sangat menyenangkan, karena hidupnya santai-santai saja. Yach, begitulah bagi mereka yang sudah tahu ritme kerjanya. Hidup akan mudah dan banyak hal bisa dilakukan. Namun tak cukup mudah bagi mereka yang tak punya disiplin pribadi dan komitmen. Kiranya hal ini dapat jadi pertimbangan, bagi mereka yang mau total berkarir sebagai freelance writer. Percayalah, di dalam industri kreatif ada banyak “ruang gelap” yang tidak seglamour dan seindah yang dipikirkan orang.

1. Milikilah KEMAMPUAN MENULIS yang bagus.
Itu syarat wajib untuk menjadi penulis lepas, tak peduli jenis tulisan apa yang paling anda kuasai.

2. Cari MEDIA tulis yang paling anda sukai.
Ada banyak jenis penulis; ia bisa menjadi penulis di media (koran dan majalah), buku (penerbitan) dengan berbagai jenisnya, penulis iklan, penulis script tv dan film, penulis untuk blog dan web; tiap orang punya spesifikasi dan kesenangan yang berbeda. Tetapkan media anda, dan totallah di sana. Jangan serakah. Jangan mencoba semuanya dalam waktu bersamaan, hasilnya tak akan maksimal.

3. REALISTIS dengan dunia penulisan.
Menulis memang menyenangkan, tetapi di balik itu juga ada banyak masalah; deadline, naskah tak kunjung kelar, writer block, honor tak kunjung cair, royalti yang dikemplang penerbit, produser yang jail, revisi berulang-ulang, kebebasan berkarya yang dipangkas habis oleh industri kapitalis, dll.

4. PROFESIONAL.
Percayalah, rata-rata penulis memiliki tingkat “ego” yang sangat tinggi. Diperlukan kebesaran hati untuk menyadari bahwa anda telah masuk industri. Di dunia industri berarti harus siap kompromi dengan ide yang tidak sejalan, waktu yang terbatas, menuruti kata klien (PH, penerbit, media, pihak ketiga) yang sebenarnya tidak cocok dengan kata hati, dll.

Begitu anda menerima pekerjaan, kooperatiflah dan jangan mengedepankan ego anda. Sering kali pihak ketiga itu sangat “kejam” dan “membantai” karya yang sudah anda tulis dengan sepenuh hati. Kompromi saja dengan menyelipkan di berbagai tempat “nilai-nilai” yang anda inginkan.

5. Tahan MENTAL.
Kalau anda tak punya mental baja menghadapi cercaan, kritikan, permintaan revisi berulang, tengah malam sedang tidur nyenyak digedor pintu untuk revisi script, dll. sepertinya anda tidak pas untuk jadi freelance writer. Cari saja pekerjaan lain yang bisa menggaji anda bulanan, masuk kerja nine to six sabtu minggu libur tiap bulan gajian. Aman dan tak perlu jungkir balik dengan berbagai situasi pekerjaan yang sering unpredictable seperti di industri kreatif.

6. Tidak ada bayaran untuk PENELITIAN.
Tulisan tertentu harus dikerjakan dengan riset. Untuk para freelancer, itu sudah jadi tanggung jawabnya dan tidak ada bayaran lagi. Jadi pastikan kalau anda menulis yang memerlukan riset, honor yang anda minta sudah termasuk biaya penelitian. Ini bukan jenis pekerjaan dosen atau peneliti negara yang penelitian pun dibayar dengan cukup.

7. Perjanjian TERTULIS.
Umumnya tiap kerja sama, ada perjanjiannya, meskipun dengan tulisan tangan. Pastikan saja semuanya benar dan sesuai. Termasuk pembayaran yang biasanya sering jadi gegeran di belakang. Pastikan pekerjaan anda sudah dibayar selesai saat anda menyelesaikan pekerjaan atau sesuai perjanjian. Untuk berjaga-jaga saja. Saya pribadi, karena sebagian besar sudah klien lama, jadi sudah tahu sama tahu. Kalau orangnya masih itu-itu saja, ya biasanya semuanya berjalan lancar dan baik.

8. Masalah HAKI
Dalam penulisan tertentu kita mungkin harus mengambil HAKI milik orang lain, pastikan jelas pengalihannya dengan perjanjian agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Ada banyak perizinan pengalihan hak yang cukup dengan surat permohonan tanpa bayar. Tapi ada beberapa yang bersifat komersial dan harus diganti. Itu semua menjadi urusan penulis yang mengerjakan proyek, bukan urusan klien yang memberi pekerjaan.

9. Masalah HONOR
Dalam dunia freelancer tak ada yang baku soal honor. Bisa saja untuk tulisan dua lembar anda dibayar 200 juta, tapi untuk berlembar-lembar buku anda dibayar 20 juta. Ada saja cerpen 5 lembar penulis dibayar 2 juta, tapi untuk penulis yang lain hanya dapat 100 ribu, ada penulis script dibayar 700 juta sekali film, ada yang baru 10 juta untuk satu script film, dst. Semua tergantung kualitas penulisan, klien, penulisnya, negosiasi, jenis deadline, tingkat kesulitan, media, dll.

Jadi luwes sajalah, kompromi dengan berbagai harga. Penulis yang bawel, itung-itungan, pasang harga, biasanya sulit dapat job. Fleksibel saja, tidak usah pasang tarif. Biasanya klien sudah mengerti sendiri berapa seharusnya membayar. Hanya pastikan semuanya jelas sejak awal agar tidak gegeran di belakang yang merusak hubungan baik.

10. Menguasai BAHASA INTERNASIONAL
Tak dapat dipungkiri, penulisan adalah industri kreatif yang dibutuhkan seluruh dunia. Begitu anda memiliki skill menulis, menguasai bahasa internasional (bahasa Inggris), lebih bagus bila didukung bahasa asing dominan lain seperti Mandarin, Jepang, dll; maka anda akan menguasai dunia penulisan dengan mudah. Anda bisa menulis untuk berbagai jaringan media internasional.

Yach, menjadi freelancer harus kuat, belajar terus, sekolah terus, memperbaiki kualitas tulisan secara terus menerus. Kalau mandeg, sesungguhnya anda telah mematikan sumber penghidupan anda sendiri.

Jadi, jangan hanya puas hanya jadi penulis. Kalau penulis ya harus penulis yang berkualitas. Seperti nasihat mantan bos saya, kalau kita menulis dan berkarya dengan kapasitas terbaik, reward baik uang atau penghargaan akan datang sendiri tanpa perlu kita kejar.

Happy Writing, be a Good Writer

Selasa, 30 Juli 2013

Menulis adalah Proses


By. Ari Kinoysan Wulandari

Menulis sering dianggap sebagai kegiatan ekstra yang memerlukan bakat khusus. Padahal menulis sama seperti kegiatan lainnya. Menulis lebih seperti proses; yang meliputi pengambilan KEPUTUSAN, LINEARITAS, KONTEKS SOSIAL, SUBJEKTIVITAS, dan OBJEKTIVITAS yang terjadi dari WAKTU KE WAKTU dengan menggunakan BAHASA.

Setiap penulis memiliki kombinasi istimewa mengenai PEMIKIRAN, PERENCANAAN, PENYUSUNAN, dan REVISI TULISAN dalam MENULISKAN sesuatu. Tidak peduli bagaimana seseorang menggambarkan prosesnya (misalnya, pertama saya berpikir tentang ide, lalu membuat kerangka pikiran di laptop; atau, pertama saya membuat garis besar naskah, kemudian bekerja dengan topik; dsb., setiap penulis biasanya tidak sadar telah melakukan NEGOSIASI rangkaian pilihan yang diperlukan dalam konteks INDIVIDUAL untuk menghasilkan RANCANGAN tulisan sebagai REPRESENTASI dari IDE-idenya.

Bagi kebanyakan penulis, negosiasi ini termasuk TRIAL AND ERROR seperti pemilihan kata, apakah mulai dengan contoh, apakah harus membuat kontradiksi, bagaimana membuat urutan, dst. ---yang semuanya menggunakan bahasa. Artinya, dalam menulis kita selalu menggunakan KATA-KATA untuk menemukan APA, BAGAIMANA, dan MENGAPA sesuatu harus dipercayai.

Pada akhirnya, harus disadari MENULIS adalah PROSES PANJANG, yang melibatkan seluruh pengalaman, penelitian, keilmuan, bacaan, opini, dukungan penulisnya terhadap SESUATU.

Jadi, menulis memang (tidak terlalu) gampang. Menulis tidak baik juga tidak apa-apa. Itu adalah proses menulis yang baik. Kalau tidak percaya, coba saja menulis setiap hari 2 halaman selama satu bulan. Pada hari ke-30 anda akan terkejut betapa BAIKNYA tulisan anda di hari itu dibandingkan tulisan anda pada hari ke-1.

Proses panjang, yang dalam konteks lain disebut “kesabaran” dan “ketekunan” dalam menulis. Dua hal yang sering diabaikan oleh pemula yang ingin instans dan suka ngeyel merasa tulisannya sudah terbaik. Sadarilah lebih baik menulis 1 jam selama lima hari rutin daripada menulis 5 jam dalam satu hari. Tidak usah buru-buru. Nikmati saja prosesnya.

Happy Writing, Be A Good Writer

Sabtu, 20 Juli 2013

LOMBA MENULIS NOVEL REMAJA “ter-TEEN”

Hello Guys,
13 adalah angka sering dianggap keramat, menyeramkan, dan negatif lainnya. Tapi bagi DIVA Press Group, 13adalah usia yang dewasa, matang, dan mapan. Untuk merayakan ulang tahunpenerbit kesayangan kamu ini, plus menyambut ulang tahun pertama penerbit deTEENS, kami mempersembahkan:

LOMBA NOVELREMAJA “ter-TEEN”

Ini bukanlah lomba yangmengangkat tema horor. Lagi-lagi, kami akan meminjam angka 13 sebagai katakuncinya. Ya, dalam lomba ini, kami tentukan ROMANCE sebagai genre utama dan harus kamu gabungkan (pilih salah satu)dengan subgenre berikut ini:
1.      personal literature (based on true story)
2.      komik  (perpaduan narasi dan ilustrasi)
3.      komedi
4.      thriller
5.      kpop/jpop
6.      fantasi
7.      science fiction
8.      petualangan
9.      religi
10.  inspiratif
11.  traveling
12.  pop urban
13.  kriminal

Weits, jangan buru-buru ngumpulin karyakamu dulu, Guys. Kami kasih kamu 2 bulan penuh untuk proses kreatif (riset,writing, self editing). Berikan karya terbaik kamu, karena kami menyiapkan hadiah:

1st champion:   3 kontrak penerbitan + bimbingan eksklusifmentor #KampusFiksi + sertifikat + sampel buku + paket buku
1st runner up: 2 kontrak penerbitan + bimbingan eksklusifmentor #KampusFiksi + sertifikat + sampel buku + paket buku
Naskah-naskah terbaik lainnyaberkesempatan untuk diterbitkan dengan kontrak penerbitan yang berlaku di deTEENS


Lombaini kami buka mulai 1 Agustus-30 September 2013, pukul 13.00 WIB. Pastinyacukup dong buat kamu mengerjakan sebuah novel fenomenal setebal 180-200 hlm,spasi 2, font Times New Roman, 12 pts, margin 4cm (atas/kiri) 3cm (kanan/bawah), ukurankertas A4, file Word.

Lengkapijuga sinopsis utuh maksimal 2 hlm, biodata narasi, dan no. HP (gabungkansemuanya bersama naskah novel kamu).

Setiappeserta hanya boleh mengirimkan 1 karya.
Kirimkanfile naskah kamu ke email: terteeencontest2013@gmail.com dengan format judulemail: 13+(nama)+(judul novel)+(subgenre).

Misal: 13+David+Senja Kedua di Dubai+pop urban

Badanemail silakan biarkan kosong

Penjurianakan meliputi beberapa poin berikut:
 1.      Tema
 2.      Plot
 3.      Konflik
 4.      Kekuatan detail
 5.      Logika cerita
 6.      Setting
 7.      Ending
 8.      Karakter tokoh
 9.      Kerapian naskah
 10.  Editing skill

Semuanaskah yang masuk akan diseleksi oleh dewan juri yang mewakili DIVA PressGroup, de TEENS, dan mentor #KampusFiksi. Penjurian akan berlangsung selamabulan November dan pengumuman pemenang pada bulan Desember 2013. 3 Novel yangmemenangkan lomba ini akan terbit serentak pada bulan Januari 2014.

Lho,kok malah bengong? Ayo mulai berkarya sekarang juga!!!

Lomba keren ini dipersembahkanoleh:
DIVA Press Group, de TEENS, dan#KampusFiksi
 
Penjelasanseputar kontrak penerbitan dan bimbingan eksklusif.
Bagi Juara 1, akankami berikan 3 kontrak penerbitan (ada 2 draft perjanjian, silakan pilih salahsatu). 1 kontrak untuk naskah yang memenangkan lomba ini. 2 kontrak berikutnyaadalah untuk 2 naskah (remaja) lainnya yang akan diterbitkan di DIVA PressGroup. Memang dengan catatan, naskah tersebut dianggap layak terbit olehredaksi de TEENS. Juara 1 juga berhak meminta bimbingan khusus kepada mentor#KampusFiksi ketika akan memulai penulisan 2 naskah. Tahapnya dimulai darisharing ide hingga konsultasi penulisan sampai menjadi naskah layak terbit. 2kontrak penerbitan akan diberikan setelah mendapat acc terbit dari redaksi deTEENS. Sebagai tambahan, masa bimbingan eksklusif hanya berlaku selama 1 tahun.Silakan memanfaatkan fasilitas ini semaksimal mungkin.
Untuk Juara 2,bimbingan eksklusif hanya berlaku untuk 1 naskah dan juga berlaku hanya selama1 tahun.

Silakan cek beberapa penjelasan lainnya di: https://www.facebook.com/notes/penerbit-diva-press/berbagai-pertanyaan-seputar-lomba-terteen/567398966635225
 

Berbagai Pertanyaan Seputar Lomba #terTEEN

Semenjak dirilisnya info lomba novel remaja #terTEEN, begitu banyak pertanyaan yang bermunculan dan sifatnya berulang. Semua hal inti sebenarnya sudah ada di aturan lomba. Tidak ada hal implisit satu pun yang kesannya menjebak peserta sehingga tidak berhasil memenangkan lomba ini. Dan berikut sejumlah pertanyaan yang muncul beserta jawabannya:

Apakah harus ada unsur tiga belas di dalam naskah?
Tidak. Awalnya memang panitia ingin menekankan ada unsur 13 di dalam karya, tetapi rasanya memunculkan 13 subgenre saja sudah cukup menjadi penghubung lomba #terTEEN dengan angka 13

Apakah usia peserta dibatasi?
Tidak. Peserta usia berapa pun yang bisa menulis novel remaja boleh ikutan lomba ini.

Apakah usia tokoh harus remaja?
Harus. Ini adalah novel remaja, tentang remaja. Konflik utamanya adalah seputar dunia remaja. Untuk tokoh-tokoh pendamping silakan dari kalangan usia berapa pun. Remaja itu batasan usianya adalah 16-23 tahun. Anak muda.

Bagaimana jika memilih 2 subgenre sekaligus?
Setiap peserta hanya boleh menggabungkan romance dengan salah satu dari 13 subgenre yg disediakan. Dua unsur itu harus ditampilkan secara dominan. Kalau toh nanti akan muncul subgenre lainnya, itu tidak masalah, tapi tidak dominan. Peserta harus bisa memberi batasan sendiri.

Kontrak penerbitannya seperti apa?
Soal ini tidak akan dibahas selain kepada para juara dan juga nominator yang oleh dewan juri karyanya dianggap layak terbit.

Maksudnya personal literature seperti apa?
Berikut adalah penjelasan singkat mengenai 13 subgenre
  1. personal literature: semacam diary atau curhatan,tapi diubah sedemikian rupa menjadi fiktif. Boleh dari kisah nyata kamu atau teman
  2. komik: narasi romance yg digabungkan dengan gambar, ini mungkin akan sangat jarang dipilih karena pembuatannya paling sulit, lama, dan mahal. juga tidak ada ketentuan seberapa banyak gambar komik yang harus ada dalam novel ini. 
  3. komik: narasi romance yg digabungkan dengan gambar, ini mungkin akan sangat jarang dipilih karena pembuatannya paling sulit 
  4. thriller: menampilkan sesuatu yg menyeramkan, boleh pembunuhan berantai, hantu, psikopat, urban legend, dll
  5. kpop/jpop: menampilkan nuansa Korea/Jepang dengan sangat kuat. Bukan berupa fanfic. Juga tidak ada ketentuan apakah tokoh harus murni orang Korea/Jepang semua.
  6. fantasi: menghadirkan cerita-cerita yg penuh imajinasi, misal dunia sihir, negeri dongeng, dll
  7. science fiction: cerita yg berhubungan dengan sesuatu yg ilmiah, teknologi, ilmu pengetahuan, dsb
  8. petualangan: menghadirkan keseruan ketika si tokoh ingin mencari tahu sesuatu, tapi tidak harus dengan bepergian jauh.
  9. religi: memasukkan ajaran-ajaran agama tertentu ke dalam cerita  
  10. inspiratif: menyajikan kisah yg memberikan motivasi dan semangat positif kepada pembaca
  11. traveling: perjalanan seseorang ke tempat lain, boleh kota atau negara lain dengan menampilkan ciri khas dari tempat tersebut  
  12. pop urban: menampilkan kehidupan metropolitan dan gaya hidup perkotaan zaman sekarang
  13. kriminal: menghadirkan kasus kejahatan yg kemudian berusaha dipecahkan, baik oleh polisi, detektif, dsb
Apakah boleh menulis novel #terTEEN dengan duet atau ramai-ramai?
Disarankan untuk mengerjakan novel ini sendiri, mengikat fasilitas bimbingan,sertifikat dll hanya berlaku untuk satu orang

Apakah alamat emailnya memang terteeen?
Ya, ini adalah satu-satunya email untuk pengiriman #terTEEN: terteeencontest2013@gmail.com. Jika takut salah, silakan copy paste ketimbang mengetik sendiri. Semua naskah yang masuk akan mendapat balasan otomatis.

Salah satu kriteria penjurian adalah kekuatan detail, maksudnya seperti apa?
Kekuatan detail adalah sebuah teknik menulis di mana penulis menampilkan sesuatu dengan sangat jelas sehingga pembaca bisa ikut membayangkan mirip seperti yang dibayangkan penulis.

Untuk naskah yang diterbitkan apakah menjadi hak penerbit?
Tidak. Semua naskah yang tidak diterbitkan menjadi hak milik penulis.

Silakan cek info lomba #terTEEN di: https://www.facebook.com/notes/penerbit-diva-press/lomba-menulis-novel-remaja-ter-teen/566941760014279

SUMBER : https://www.facebook.com/notes/penerbit-diva-press/lomba-menulis-novel-remaja-ter-teen/566941760014279

Kamis, 18 Juli 2013

Lomba Novel Remaja Bentang Belia 2013 “PASSION SHOW”

Penulis? Dokter? Ilmuwan? Peternak? Pelukis? Pilot? Penyanyi? Komposer?
Semua orang pasti punya passion, kegiatan yang kamu sukai atau hal tertentu yang numbuhin kepedulian kamu. Bisa jadi fotografi, fesyen, pendidikan, olahraga, dan banyaaaak lagi. Passion ini juga bisa memengaruhi cita-cita dan membuat hidup kamu jadi lebih hidup! Bentang Belia mengajak kamu untuk saling berbagi cerita bertema PASSION. Harapannya, kisah yang kamu tulis bisa menginspirasi pembaca untuk menemukan dan mengejar passion-nya agar hidup lebih bersemangat!

===============================================================
Baca ketentuannya di bawah ini, ya!
  1. Naskah ditulis perorangan atau maksimal dua orang.
  2. peserta boleh mengirimkan lebih dari satu naskah.
  3. Cerita harus inspiratif, memberi nilai positif bagi remaja Indonesia, tidak menggurui, unik, dan menggambarkan dunia remaja usia 13 sampai 25 tahun.
  4. Naskah tidak memicu konflik SARA. Tidak memuat unsur ponografi, kata-kata kasar, dan kekerasan berlebihan.
  5. Naskah belum pernah di publikasikan di media cetak maupun elektronik sebelumnya.
  6. Jumlah halaman minimal 150 halaman, maksimal 200 halaman. Naskah diketik di kertas a4, margin 4-4-3-3, font Times New Roman ukuran 12, spasi ganda.
  7. Tiap naskah yang dikirim WAJIB menyertakan bentuk visual (bisa dalam bentuk foto, gambar, hasta karya) dari tema passion yang dipilih. Visualisasi tersebut diunggah ke Facebook Bentang Belia dan Twitter Bentang Pustaka sebelum 30 SEPTEMBER 2013. Redaksi akan memilih 5 visualisasi terbaik dan menentukan visualisasi favorit dengan sistem voting.
  8. Kirimkan: – Biodata (nama, alamat, no HP, alamat surel) dan profil singkat penulis. – Sertakan pengalaman menulis jika ada. – Naskah. – Sinopsis berupa ringkasan cerita dari awal hingga akhir cerita sepanjang 1 halaman. – Alasan kamu pantas jadi juara dalam 1 paragraf. Kelima poin tersebut disusun dalam 1 FILE Ms.Word dan dikirim ke: bentang.belia@mizan.com, dengan subjek: “PASSION SHOW” sebelum 30 SEPTEMBER 2013
  9. Pemenang akan diumumkan pada 31 OKTOBER 2013 di www.bentangpustaka.com
===============================================================
HADIAH
Juara 1
Kontrak Penerbitan + Rp.5.000.000 + tablet + Paket Buku Bentang Belia
Juara 2
Kontrak Penerbitan + Rp.3.000.000 + tablet + Paket Buku Bentang Belia
Juara 3
Kontrak Penerbitan + Rp.2.000.000 + tablet + Paket Buku Bentang Belia
15 Naskah Pilihan
Kontrak Penerbitan + Paket Buku Bentang Belia
1 Visualisasi Favorit
Paket Buku Bentang Belia
================================================================
Tunggu apa lagi?
Selamat BERKREASI dan MENGINSPIRASI seluruh remaja Indonesia! ^^
================================================================
Frequently Asked Question (FAQ)

+ Maksud poin no.7 itu gimana sih? Visualisasi apanya?
- Buatlah visualisasi dari karakter tokoh utamamu dan passion-nya. Misal, tokoh utamamu adalah perempuan bernama X yang memiliki passion di bidang modelling. Visualisasikan karakter tokoh utamamu dalam bentuk foto, gambar, atau hasta karya (crafting) yang menggambarkan tokoh utamamu dan passion-nya itu. Perjelas dulu siapa dan bagaimana karakter tokohmu: nama X, rambut panjang sebahu, ikal, kulit sawo matang, passion modeling, jalan di catwalk. Lalu, makeover dirimu sendiri sesuai dengan deskripsi tokoh utama yang kamu buat, semirip mungkin. Lalu berfotolah di sebuah karpet merah dengan gaya andalanmu layaknya kamu adalah X yang sedang berjalan di catwalk. Fotomu boleh di edit, atau ditambahkan efek secukupnya. Harus foto, min? Tentu tidak, kan sudah dijelaskan di atas kalau bentuk visualisasinya bisa berupa foto, ilustrasi, maupun hasta karya (crafting) :) 

+ Contoh visualisasi kayak gimana sih min?
- ini dia :D 

20130619_155952_wonder_wonder
passion: story teller

Selasa, 16 Juli 2013

Minggu, 14 Juli 2013

100 Days of Romance Penerbit Haru's Writing Competition 2013




  1. Genre naskah secara umum adalah romance (roman).
  2. Naskah boleh mengandung salah satu atau beberapa unsur berikut: fantasi, action, thriller, science fiction, komedi, history (sejarah), adventure (petualangan), suspense, time travel, dengan penekanan utama pada unsur roman.
  3. Setting dan tema cerita bebas, tidak mengandung SARA (Suku, Agama, Ras, Antargolongan) dan unsur erotisme.
  4. Target pembaca untuk remaja, dewasa muda, atau dewasa.
  5. Karya BUKAN fan-fiction (karya fiksi penggemar atau cerita berdasarkan tokoh idola ataupun cerita dari buku atau karya lain yang sudah ada).
  6. Untuk referensi mengikuti ini, kamu bisa membaca: Paper Romance (Lia Indra Andriana), Close to You (Clara Canceriana), Oppa&I: Love Missions (Orizuka & Lia Indra Andriana), Bi! (Fei), Ojou! (Andry Setiawan)
  7. Tidak ada batasan umur peserta.
  8. Satu peserta hanya boleh mengirimkan satu karya
  9. Satu karya hanya boleh ditulis oleh satu orang.
  10. Karya adalah asli buatan sendiri, bukan saduran maupun jiplakan.
  11. Karya belum pernah dikirimkan ke Penerbit lain maupun kompetisi sejenis yang sedang berlangsung.
  12. Selama kompetisi berlangsung sampai dengan pengumuman pemenang, peserta DILARANG mengirimkan naskah yang sama kepada Penerbit lain maupun mengikutsertakan naskah dalam kompetisi sejenis.
  13. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia, panjang naskah 40.000 - 60.000 kata, ditulis di Word (file .doc ato .docx). Format: Calibri 11, spasi 1.5. Nama file naskah: Nama kamu_Judul Naskah. Contoh: Lia_Paper Romance.
  14. Sertakan sinopsis lengkap (rangkuman keseluruhan cerita dari awal sampai akhir) minimum 2 halaman, maksimal 3 halaman. Format: Calibri 11, spasi 1.5. Nama file naskah: Nama kamu_sinopsis ‘judul naskah’. Contoh: Lia_Sinopsis Paper Romance.
  15. Cantumkan biodata. Format: Calibri 11, spasi 1.5. Nama file biodata: Namakamu_biodata_judulnaskah. Contoh: Lia_biodata_paper romance
    - Nama Lengkap
    - Nama Pena (optional)
    - Tempat, Tanggal Lahir
    - Alamat
    - Email
    - Telepon / HP
    - Karya yang pernah diterbitkan (kalau belum pernah ada yang diterbitkan, kosongkan bagian ini)
    - Kelebihan karya ini
  16. Kirimkan naskah melalui email ke romance.haru@gmail.com dengan subyek email nama_judul karya. Contoh: Lia_Paper Romance
  17. File naskah, sinopsis naskah, dan biodata dilampirkan ke dalam email (bukan dicopy-paste di body email) satu persatu (tidak memakai program kompres seperti .zip maupun .rar)
  18. Naskah ditunggu selambat-lambatnya tanggal 9 Agustus 2013
  19. Hak cipta naskah yang tidak menang pada kompetisi ini akan kembali menjadi milik peserta.
  20. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.
Tiga orang pemenang terpilih akan mendapatkan hadiah:
Sebuah netbook+ hadiah sponsor+ paket buku Haru+ kontrak penerbitan

Fb: Penerbit Haru
Twitter: @PenerbitHaru @100DaysRomance
Website: penerbitharu.com
Blog: penerbitharu.wordpress.com


SUMBER : https://www.facebook.com/notes/penerbit-haru/100-days-of-romance-penerbit-harus-writing-competition-2013/492505777470526

Jumat, 07 Juni 2013

Kata Turunan

By. Zahra A. Harris

Assalaamu'alaikum warohmatullaahi wabarokatuh ....

Selamat malam rekan-rekan Kobimo, mohon maaf atas keterlambatan jadwal malam ini (jaringan sedikit bermasalah). Kakak ucapkan juga selamat datang dan selamat bergabung untuk para anggota baru. Yuk, sambil menikmati tayangan pertandingan Indonesia vs Belanda, kita menyimak catatan berikut ini.

Selama kita masih terus menulis, belajar EyD tidak akan ada habisnya. EyD bukanlah ilmu baru. Berbekal buku-buku materi yang banyak terdapat di toko-toku buku, atau searching di Google, kita bisa memperdalam EyD kapan saja dan di mana saja. Tapi tanpa banyak berlatih, membuat simulasi dan mendisiplinkan aturan-aturannya dalam tulisan, kemahiran kita akan EyD yang sudah begitu dalam juga bisa berangsur-angsur hilang.

Untuk itu, malam ini mari segarkan ingatan mengenai:


Kata Turunan


1. a. Imbuhan (awalan, sisipan, akhiran) ditulis serangkai dengan bentuk dasarnya.

       Misalnya: berjalan 
                    dipermainkan
                    gemetar
                    kemauan
                    lukisan 
                   menengok
                   petani

   b. Imbuhan dirangkaikan dengan tanda hubung jika ditambahkan pada bentuk singkatan atau kata dasar yang bukan bahasa Indonesia.

      Misalnya: mem-PHK-kan                   
                   di-PTUN-kan                    
                   di-upgrade                     
                  me-recall


2. Jika bentuk dasarnya berupa gabungan kata, awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya.

Misalnya: bertepuk tangan      
              garis bawahi      
              menganak sungai          
              sebar luaskan 


3. Jika bentuk dasar yang berupa gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus, unsur gabungan kata itu ditulis serangkai.

Misalnya: dilipatgandakan 
              menggarisbawahi                           
              menyebarluaskan                           
              penghancurleburan                           
              pertanggungjawaban


4. Jika salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi, gabungan kata itu ditulis serangkai.


Misalnya:        
adipati               dwiwarna          paripurna          aerodinamika    
ekawarna           poligami            antarkota          ekstrakurikuler    
pramuniaga    antibiotik          infrastruktur       prasangka
anumerta          inkonvensional    purnawirawan    audiogram
kosponsor         saptakrida         awahama           mahasiswa       semiprofesional  bikarbonat         mancanegara      subseksi          biokimia             monoteisme      swadaya            caturtunggal      multilateral        telepon              dasawarsa         
narapidana        transmigrasi      dekameter          nonkolaborasi      
tritunggal          demoralisasi      pascasarjana       ultramodern


Catatan:    
(1) Jika bentuk terikat diikuti oleh kata yang huruf awalnya huruf kapital, tanda hubung (-) digunakan di antara kedua unsur itu.
        Misalnya:  
       non-Indonesia 
       pan-Afrikanisme
       pro-Barat

(2) Jika kata maha sebagai unsur gabungan merujuk kepada Tuhan yang diikuti oeh kata berimbuhan, gabungan itu ditulis terpisah dan unsur unsurnya dimulai dengan huruf kapital.
     Misalnya: Marilah kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih.
                   Kita berdoa kepada Tuhan Yang Maha Pengampun.

(3) Jika kata maha, sebagai unsur gabungan, merujuk kepada Tuhan dan diikuti oleh kata dasar, kecuali kata esa, gabungan itu ditulis serangkai.
        Misalnya: Tuhan Yang Mahakuasa menentukan arah hidup kita.
                      Mudah mudahan Tuhan Yang Maha Esa melindungi kita.

(4) Bentuk bentuk terikat dari bahasa asing yang diserap ke dalam bahasa Indonesia, seperti pro, kontra, dan anti, dapat digunakan sebagai bentuk dasar.
        Misalnya:
        Sikap masyarakat yang pro lebih banyak daripada yang kontra
        Mereka memperlihatkan sikap anti terhadap kejahatan.

(5) Kata tak sebagai unsur gabungan dalam peristilahan ditulis serangkai dengan bentuk dasar yang mengikutinya, tetapi ditulis terpisah jika diikuti oleh bentuk berimbuhan.         
Misalnya: taklaik terbang                                       
              taktembus cahaya                                     
              tak bersuara                                     
             tak terpisahkan

SUMBER : http://www.facebook.com/groups/kelasonlinebimbinganmenulisnovel/doc/677107462314649/