Minggu, 05 Juni 2016

Ada Keharuan di Setiap Perpisahan


Dalam kurun waktu satu bulan belakangan ini, saya melihat beberapa peristiwa perpisahan di sekitar saya. Perpisahan dengan rekan kerja dan juga perpisahan dengan guru kelas adalah dua di antaranya. Dan keduanya menghadirkan suasana keharuan dan kehilangan.
 
Seorang rekan kerja saya diterima di perusahaan lain di luar kota. Mau tidak mau dia harus keluar dari tempat kerjanya yang lama. Rekan kerja saya yang lain, yang terkenal dekat dengannya, sangat merasakan kehilangan. Bagimana tidak. Rumah mereka berdekatan. Sejak kecil sudah satu sekolah. Kuliah pun mereka belajar di universitas yang sama, meski berbeda jurusan. Dan ternyata mereka diterima di perusahaan yang sama pula. Pulang pergi kantor selalu berboncengan. Aih, soulmate banget deh pokoknya. Tiba-tiba salah satu dari mereka harus pergi. rasanya seperti akan ada yang hilang di hari-harinya. Dan suatu ketika, saat kami menyelenggarakan farewell party, saya mendapati dia menangis sendirian.
Kisah yang lain adalah saat perpisahan kelas keponakan saya. Sudah menjadi hal yang biasa ketika naik kelas, murid dan wali murid akan berpisah dengan wali kelas. Ini akan menjadi peristiwa yang luar biasa ketika hubungan yang terjalin di antara ketiganya sangat erat. Meski hanya berjalan selama satu tahun pelajaran saja, cara berkomunikasi yang dilakukan oleh wali kelas ternyata telah menghadirkan kedekatan emosional antara ketiganya. Bisa dikatakan, wali kelas mereka sudah menjadi kesayangan. Dan ketika kenaikan kelas tiba, ada keharuan saat harus berpisah dengan wali kelas. Mereka membuat acara perpisahan serta menuturkan pendapat mereka tentang wali kelas yang bersangkutan. Ada air mata di sana saat satu per satu kisah mengalir dari wali murid. Rasa hormat, bangga dan terimakasih sebesarnya atas ketelatenan dan kesabaran wali kelas menghadapi, mendidik, dan mengajar anak-anak mereka. 

Perpisahan Kelas 3C dengan Wali Kelas

Di setiap fase kehidupan manusia ada yang namanya pertemuan dan perpisahan. Ini sudah menjadi salah satu bagian dari perjalanan hidup yang harus dilalui. Seumpama sebuah karya fiksi, hidup ini seperti cerita bersambung. Antara episode satu dengan episode lainnya, akan menghadirkan cerita dengan lika-liku yang baru. Karenanya, di dalam setiap episode cerita tersebut juga akan ada tokoh baru yang datang dan akan ada tokoh lama yang pergi.
Apapun kejadiannya, perpisahan akan menghadirkan kesedihan dan keharuan. Perasaan itu sangat wajar dirasakan. Semula yang selalu bersama-sama, kini pergi. Namun ternyata, perpisahan akan memberikan dampak yang berbeda antara satu orang dengan orang yang lain. Ada orang yang dengan mudah menerima perpisahan tersebut, namun ada pula yang tidak. Orang yang mudah menerima biasanya akan lebih mudah ikhlas dan dengan segera move on dari situasinya sekarang. Namun bagi orang yang sulit menerima akan terjebak nostalgia tak berkesudahan, bahkan bisa sampai menutup hati untuk sesuatu yang baru. 
Jika Anda berada dalam situasi ini, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan agar dapat menerima perpisahan dan tidak berlarut-larut dalam kesedihan.

 1.  Memahami
Pahamilah bahwa perpisahan adalah sesuatu yang lumrah terjadi dalam kehidupan. Dan di setiap perpisahan ada sebuah alasan yang melatar belakanginya. Setiap orang pasti memiliki alasan sendiri untuk pergi. Jika itu memang baik untuknya, dan baik untuk orang-orang disekitarnya, kenapa tidak? Bukankah kita tidak boleh egois dengan mengedepankan perasaan sendiri.

2.  Menangislah
Jika memang ingin menangis, maka menangislah. Ini adalah salah satu cara mengungkapkan kesedihan. Anda akan merasa plong dan lebih baik setelah menangis. Asalkan jangan berlebihan, ya.

3.  Berikan kenang-kenangan
Ini pilihan saja sih sebenarnya. Kalau Anda merasa dia sangat berharga dan dekat dengan kehidupan Anda, tidak ada salahnya memberikan kenang-kenangan kepadanya. Agar dia senantiasa mengingat Anda. Ini juga terjadi di acara perpisahan keponakan saya dengan wali kelasnya. Begitu juga saat farewell party rekan kerja saya. Jangan dilihat nilai barangnya. Mungkin tidak seberapa. Namun rasa memiliki dan kenangan yang akan terus tersimpan dalam benda itulah yang tak akan ternilai harganya.

4.  Jaga komunikasi dan silaturahmi
Meski jauh dimana, namun tetap dekat di hati. Tetap jaga komunikasi, bisa lewat sosial media, telfon, dll. Bertanya keadaan dan kabar terbaru tentangnya. Bukan kepo, ya. Kalau berpisah kan bukan berarti silaturahmi juga putus, kan. Jika ada waktu, jadwalkan untuk reunian. Sekedar makan-makan dan kumpul bareng dengan yang lain. Ini tentu akan mempererat hubungan yang telah terjalin. Paling tidak, mereka tidak merasa dilupakan.

5.  Kenanglah dia
Jika dia adalah seorang yang baik, guru atau sahabat Anda mungkin, tidak ada salahnya Anda tetap mengenangnya. Bagaimana pun juga, mereka adalah orang-orang yang pernah hadir dan menorehkan kisah dalam kehidupan Anda. Sebagai contoh dengan wali kelas. Saat anda telah sukses, jangan lantas anda berpaling saat bertemu dengan Beliau. Sapalah terlebih dahulu. Kalau Beliau lupa, ingatkan dengan cerita-cerita Anda di masa itu.

6.  Yakinkan diri semua akan baik-baik saja
Setelah apa yang terjadi, yakinkan diri Anda bahwa semua akan baik-baik saja, Hidup Anda nasih dapat berjalan normal seperti biasa. Meski masih merasakan sesuatu yang hilang, namun dengan berjalannya waktu rasa itu akan hilang. 

7.  Move on
Dalam menjalani hari berikutnya, Anda tetap akan bertemu dengan banyak oran. Jangan takut untuk menjalin pertemanan bahkan persahabatan dengan yang baru. Jangan trauma. Tetaplah yakin. Semua akan baik-baik saja ^^

Nah, perasaan sedih dan kehilangan wajar dirasakan namun jagan sampai membuat hidup Anda menjadi berhenti. Teruslah berjalan karena masih banyak pertemanan dan persahabatan yang dapat Anda jalin di dunia ini.




Baca juga, ya ...

30 komentar:

  1. Hana, ini kedua kalinya bunda buat komentar -- yang tadi koq menghilang, ya. Bunda suka baca postingan ini. Ya, memang untuk menanggulangi kesedihan kita harus berpikir positive untuk tetap move on.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Bunda. Berpikir positif sangat membantu kita dalam situasi apapun ^^

      Hapus
  2. so sweet mbak..aku juga mo kehilangan teman nih..teman emak2 di sekolah..mo pindah ke pontianak...hu..hu..jd terharu bacanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat acara perpisahan, Mbak. Biar lebih berkesan ^^

      Hapus
  3. Perpisahan bukan akhir pertemuan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepakat, Bu Imah. Meski terpisah jarak, masih bisa berkomunikasi. Seperti kita, haha ^^

      Hapus
  4. aku biasa itu ngasih kenang2an :") biasane gampang diinget orang :") hikz

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Saya juga biasa seperti itu. Biar ada kenangannya ^^

      Hapus
  5. mantab banget kata katanya..

    BalasHapus
  6. Begitulah hidup ada pertemuan ada perpisahan,semoga silaturahmi masih bisa dilanjutkan setidaknya saling mendoakan dari kejauhan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepakat, Mbak. Silaturahmi harus tetap dijaga. Sekali-kali bisa kok reunian ^^

      Hapus
  7. Catatan penting tuh, poin terakhir. Harus terus move on. Tulisannya kece mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Kita bisa berteman dengan siapa saja ^^

      Hapus
  8. aku pun berkali-kali kehilangan teman baik :( rasanya sakit dan, susah move on :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin bisa dihubungi lagi temannya, Mbak. Biar silaturahmi nggak putus. Sayang sekali pertemanan putus hanya karena jarak ^^

      Hapus
  9. Pertemuan dan perpisahan, fase kehidupan yang harus dilewati semua orang ya mba.
    Meskipun menyesakkan dada, dan bener...silaturahmi kudu dijaga :)

    BalasHapus
  10. Perpisahan memang selalu menakutkan... hiks
    Aku juga baru berpisah sama anak kelas IX

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cup cup ... Sebentar lagi yang kelas VIII naik jadi kelas IX kok ^^

      Hapus
  11. perpisahan dengan orang yang dekat dengan kita itu yang paling menyedihkan ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Sedikit banyak akan mengubah hidup kita ^^

      Hapus
  12. Kalau buatku, selama masih bisa menjaga komunikasi dan silatutrahmi itu, nggak terlalu bikin sedih. Paling sedih kalo ditinggal selama-lamanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Innalillahi. Kalau itu, kirim do'a untuk dia, Mbak ^^

      Hapus
  13. selalu terharu kalau berpisah dengan mereka yang sudah dekat dengan kita untuk beberapa waktu. Termasuk guru sekolahnya anak-anak..kadang kita orang tua malah yang terharu ya :)

    BalasHapus
  14. aah selalu ada keharuan di setiap perpisahan yaa
    dan kenang-kenangan menjadi kado terindah kelak saat waktu mulai meninggalkannya

    BalasHapus
  15. Ada perasaan yang biru ketika membaca tentang perpisahan, karena sejatinya memang tidak pernah mudah menghadapi sebuah perpisahan ya mak.
    Memberi kenang-kenangan emang bisa jadi salah satu yang kita lakukan agar mereka selalu ingat kepada kita, seterusnya silaturahmi tentunya.

    BalasHapus
  16. dibalik pertemuan pasti ada perpisahan, tapi bukan akhir dari segalanya. Hehehe, dah klasik banget ya kata-kata itu. Sering banget jadi ungkapan. Tapi ada benarnya.

    bagaimana pun harus bisa move one ya...

    BalasHapus
  17. Perpisahan memang selalu mengharukan bahkan menyedihkan, tapi ada kebahagian kalau kita bertemu lagi,,

    BalasHapus

Terima kasih telah berbagi komentar