Selasa, 01 Maret 2016

Manajemen Keuangan Bagi Para Single



Para single, mungkin banyak diantara anda yang menganggap kurang perlu adanya manajemen keuangan. Karena belum adanya tanggungan, membuat kebanyakan para single beranggapan uang yang diterimanya saat gajian adalah mutlak miliknya, mau dibuat beli dan belanja apapun itu adalah urusan pribadi. Bahkan jika langsung dihabiskan saat itu juga, bukanlah masalah. Tapi jangan lupa, hidup tidak untuk hari ini saja. Banyak kejadian tidak terduga yang bisa saja terjadi yang terkadang membutuhkan banyak dana. Disinilah perlunya manajemen keuangan.
Ada sebagian orang yang beranggapan kalau dengan mengatur keuangan sama juga dengan membatasi kesenangan-kesenangan yang biasa dilakukan. Tidak ada lagi yang namanya jalan-jalan, shoping ke mall, liburan, nonton bioskop, atau juga santai di salon.
Manajemen keuangan bukanlah sesuatu yang akan memisahkan anda dengan kesenangan-kesenangan yang biasa anda lakukan. Ini hanyalah akan membantu mengatur keuangan anda sesuai dengan tujuan keuangan. Semuanya diatur sesuai dengan pos-pos yang anda perlukan, agar tidak terjadi koma pada keuangan anda sebelum menerima gaji berikutnya.
Setiap manusia memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Karenanya cara mengatur keuangan antara orang satu dengan orang lainnya juga akan berbeda. Inilah yang namanya seni mengatur keuangan. Semuanya diatur berdasarkan kebutuhannya masing-masing.
Jika dicermati, anda para single belum akan mengeluarkan banyak uang karena belum adanya tanggung jawab akan suami ataupun anak. Inilah sebenarnya saat yang tepat bagi anda untuk memulai membuat perencanaan keuangan untuk jangka pendek, jangka menengah, ataupun juga jangka panjang dengan baik.
Menurut Rina Dewi Lina, seorang perencana keuangan sekaligus Chief Operating Officer PT. Fokus Finansial mengatakan, pada dasarnya kebutuhan para single tidak jauh beda dengan yang sudah berkeluarga. Diantaranya, kebutuhan jangka pendek yang perlu persiapkan adalah untuk kebutuhan sehari-hari. Sedangkan keperluan jangka menengah tentu termasuk merencanakan pernikahan. Namun jangan jadikan pernikahan sebagai salah satu cara untuk memperbaiki keuangan anda. Sebanyak apapun uang yang akan anda terima dari suami anda, tetapi jika anda sendiri masih tidak dapat menggunakannya dengan bijak maka itu tidak akan membantu. Untuk menjadi kaya tetap harus melakukan perencanaan keuangan dan investasi. Perencanaan keuangan yang terakhir adalah untuk jangka panjang, semisal persiapan untuk datangnya waktu pensiun kelak.
Menurut ibu dua anak yang aktif sebagai pembicara dalam berbagai cara dan seminar ini mengatakan, beberapa hal yang harus dimasukkan dalam perencanaan keuangan diantaranya adalah investasi, asuransi, dana darurat dan dana pensiun.
Investasi yang biasa dijalankan adalah dalam bentuk tabungan dan ini merupaka prioritas pertama. Setelah mendapatkan gaji pada awal bulan, segera sisihkan 10% dari gaji anda untuk disimpan. Jangan malah menabung setelah mengharapkan sisa uang belanja bulanan. Kalau mendahulukan belanja bulanan dari pada menabung, bisa jadi uang akan lebih banyak untuk berbelanja sehingga tidak ada sisa. Akibatnya menabung tidak akan menjadi prioritas.
Lalu, seberapa penting asuransi? “Sangat penting. Asuransi merupakan tonggak untuk memastikan perencanaan keuangan berjalan sesuai dengan tujuan. Bila tidak ada asuransi, tujuan keuangan dapat terganggu.” tegas wanita berusia setengah abad ini. Jaman sekarang banyak sekali perusahaan yang menawarkan jasa asuransi. Namun anda tidak perlu bingung. Pilihlah perusahaan asuransi yang memiliki Risk Base Capital (RBC) di atas 120%. Ini adalah indikator yang menunjukkan kalau asuransi tersebut sehat dan tidak bermasalah.
Pos berikutnya adalah dana darurat. Sesuai dengan namanya, dana ini hanya akan dikeluarkan jika dalam keadaan mendesak. Jika tidak ada sesuatu yang penting, maka dana ini akan terus aman di tempatnya. Alokasi untuk dana ini biasanya adalah 10% dari total pengeluaran bulanan.
Bagian terakhir yang perlu mendapat perhatian adalah dana pensiun. Mungkin anda akan berkelit, “Lho, kan masih lama pensiunnya?” Mempersiapkan dana pensiun adalah penting. Ini semacam bentuk investasi jangka panjang. Semakin dini dipersiapkan, semakin baik. Karena semakin panjang pula waktu yang anda miliki untuk untuk berinvestasi, maka semakin besar pula dana pensiun anda kelak. Ini akan lebih meringankan beban anda saat usia senja.
Nah, para single. Ternyata merencanakan keuangan tidak semengerikan yang dibayangkan bukan. Akan ada manfaat pada setiap uang yang anda sisihkan. Ayo, saatnya kita mengendalikan uang, bukan uang mengendalikan kita :D

16 komentar:

  1. ini bacaan bagus bagi saya, single yang seminggu setelah gajian semua uangnya sudah habis hihi

    BalasHapus
  2. Yang penting...sisihkan sebagian gaji anda utk beli cilok dan siomay..wakakakaka...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tenang aja. Sudah ada jatahnya :D :D

      Hapus
  3. manajemen keuangan sejak dini memang sangat penting yah Mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, membiasakan untuk teratur dalam mengelola keuangan ^^

      Hapus
  4. Bagus nih. Kalau bisa saat single nabung yg banyak, usahakan investasi, syukur2 bisa dlm bentuk tanah atau rumah. Jgn kyk saya, dulu pas single boros #plak-plak #tampardirisendiri huhuhu

    keluargahamsa(dot)com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, harga tanah selalu naik dari tahun ke tahun :) :)

      Hapus
  5. Wah, postingan ini mengingatkan saya nih mbak hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ingat apa / siapa, Mak? Hihi :D :D

      Hapus
  6. Bukan single lagi tapi baca pos ini merasa diingatkan TFS mak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, Mak. Semoga bermanfaat ^^

      Hapus
  7. "Pada dasarnya kebutuhan yang single tidak jauh berbeda dengan yang sudah berkeluarga". saya nangkap bagian ini kok lucu ya :D

    Kebutuhan mendasar yg membedakan yg single dengan yg berkeluarga ya pasangan kalo menurut saya. xD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huahaha ... Maksudnya dari sisi keuangannya ^^

      Hapus
  8. bukan uang yang mengendalikan kita...hhhmmm terdengar sangat sederhana, tapi sulit nerapinnya hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. ini juga masih terus belajar untuk mengendalikan uang ^^

      Hapus

Terima kasih telah berbagi komentar