Kamis, 25 Januari 2018

Saat Anggota Keluarga Terpuruk Karena Sakit, Lakukan 7 Langkah Ini Untuk Saling Menguatkan



Sedih rasanya kalau ada salah satu anggota keluarga sakit. Bagaimanapun keluarga adalah orang-orang yang berada di lingkarang terdekat dalam hidup kita. Apapun pasti akan dilakukan untuk membantunya sembuh. Apalagi jika dia mendapat ujian sakit yang tak ringan. Tentu ini akan menjadi sebuah perjuangan panjang.

Saya dan keluarga pernah mengalaminya. Yeah, bukan hanya satu orang, namun dua orang tersayang sekaligus. Ayah saya harus menjalani oprasi pemasangan ring di pembuluh darah jantung. Di saat yang bersamaan, dokter memvonis adik saya menderita tumor otak. Dalam sebulan kami harus mempersiapkan operasi keduanya. #tears

Sungguh. Perjalanan ini tak mudah. Perjuangan yang tak hanya menguras teaga, namun juga emosi dan air mata. Do’a selalu kami rapalkan setiap saat untuk kesembuhan mereka. Alhamdulillah, satu per satu tahapan sudah kami lalui. Dan sekarang saya ingin sedikit sharing bagaimana kami melalui cobaan ini.
  
Menerima kenyataan



Mendapatkan cobaan berupa penyakit berat bukanlah keinginan siapapun. Tapi ini bisa terjadi pada siapapun. Sedih, pasti. Merasa dunianya hancur, hidupnya terpuruk. Yeah, tak dapat dipungkiri akan timbul perasaan seperti itu. Bahkan yang lebih ekstrim lagi, ada sebuah prasangka buruk yang bisa datang tiba-tiba kepada Tuhan, “Kenapa harus aku, Tuhan?”

Menerima kenyataan bahwa ini benar-benar terjadi adalah salah satu jalan keluar. Ikhlas, bahwa Tuhan telah memilihmu untuk menjalani ujian ini. Dengan bersikap ikhlas akan mengurangi beban berat di hati dan pikiran. Tentu saja , sikap ini juga akan membuatmu dapat berpikir jernih dan segera mengambil langkah berikutnya untuk penyembuhan.

Support keluarga dan orang sekitar

Saat mendapati keadaan speerti ini, jagan pernah tinggalkan dia sendiri. Dari dalam dirinya sudah ada beban berat yang harus dipukul, yaitu penyakitnya. Jangan tambah lagi dengan beban mental dengan dijauhi keluarga dan orang terdekat. Justrus sebaliknya, support dia. Katakan padanya, semua akan baik-baik saja.

Sefl healing. Selalu berpikir positif



Buat kamu yang mendapatkan cobaan ini, cobalah selalu berpikir positif. Ini adalah salah satu cara untuk mengurangi beban perasaan. Katakan pada dirimu, aku mampu melewati ini semua. Akau kuat, aku tangguh, dan aku akan sembuh. Selalu berpikir positif akan menumbuhkan sikap optimis. Memang tidak mudah. Tapi teruslah mencoba. Tolonglah dirimu sendiri dengan memiliki tekad yang kuat untuk sembuh.

Perbanyak informasi tentang sakitmu
Perbanyaklah membaca dan bertanya pada orang yang faham betul tentang sakitmu. Tentu saja di sini adalah para tenaga medis, terutama dokter. Jangan takut untuk memeriksakan diri, berkonsultasi tentang sakitmu. Ini akan snagat membantumu dalah menghadapi hari-harimu. Kamu lebih tahu apa yang harus dan akan kamu lakukan.

Jalani pengobatan dengan baik dan sabar



Pengobatan penyakit memang butuh waktu. Bisa jadi ini sebentar, tapi bisa juga lebih lama dari yang dipikirkan. Bersabarlah dalam menjalaninya. Bukankah mengobati adalah salah satu ikhtiar menuju kesembuhan. Teruslah berpikir positif dan kuatkan hatimu, "Aku akan sembuh."

Meminta maaf dan do’a pada orang lain
Selain ikhtiar pengobatan, ikhtiar lainnya adalah berdo'a. Jangan pernah putus merapalkan do'a kepada Tuhan karena Dialah yang memberikan kesembuhan. Mintalah do'a pula kepada orang sekitar untuk kesembuhanmu, karena kita tak pernah tahu dari lisan siapa do'a akan dikabulkan.

Sharing is caring
Saat melakukan pengobatan, kamu akan bertemu dengan banyak orang dengan kisah yang hampir sama. Tak ada salahnya jika berkenalan, lalu saling sharing tentang kondisi dan kemajuan pengobatan masing-masing. Harapannya, satu sama lain akan dapat saling mensupport dan saling mendo'akan. Tidak ada salahnya pula untuk bergabung dengan komunitas. Akan ada banyak manfaat yang akan kamu peroleh. Selain teman seperjungan, juga informasi kesehatan yang berhubungan dengan sakitmu.


Tak ada satu orang pun di dunia ini ingin sakit. Namun bila Tuhan memberimu kondisi demikian, ikhlas dan bersabarlah. Semoga apa yang kamu alami dapat menjadi pengugur dosa. Optimislah selalu. Karena Tuhan tidak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan hambanya. Ganbatte!


- Hana Aina -


Baca juga, ya ...

1 komentar:

Terima kasih telah berbagi komentar