Senin, 01 Mei 2017

Menikmati Sensasi Wedangan Tempoe Doeloe di Waroeng Kroepoek


Jika Anda singgah ke kota Solo, jangan khawatir akan kelaparan. Di setiap sudut kota Bengawan ini Anda akan mendapatkan banyak restoran, cafe, ataupun warung baik yang berkonsep formal maupun santai seperti lesehan misalnya.

Masing-masing tempat makan ini menyuguhkan kekhasan tersendiri, baik dari segi interior maupun menu makanan. Ada yang berkonsep modern, namun ada juga yang masih mempertahankan suasana tradisional. Tak jarang pula ada sebagian tempat makan yang memadukan antara keduanya.
Salah satu tempat yang menjadi pilihan anak muda Solo saat kumpul-kumpul adalah Waroeng Kroepoek. Tidak hanya kumpul dengan teman sebaya, lho. Kumpul dengan keluarga pun bisa di sini.





Suasana Waroeng Kroepoek
Pertama kali saya mendengar nama Waroeng Kroepoek, yang ada di pikiran saya adalah warung yang mengedepankan makanan aneka krupuk, hehe. Dan ternyata saya salah. Meski tidak seratus persen salah. Karena kenyataannya memang interior tempat ini didominasi dengan pernak pernik kaleng krupuk.
Pada bagian luar, ada kanopi dengan meja dan kursi dari kayu. Ada pula deretan kaleng krupuk yang digunakan sebagai tempat lampu penerangan. Saat masuk, saya melewati pintu kayu besar yang mengingatkan saya akan pintu gerbang pekarangan rumah zaman dahulu.




Ruangan di sini suasananya santai dengan beberapa deretan meja panjang yang dipadu dengan bangku kayu. Di sini pula terdapat beberapa stan makanan terkenal di Solo yang bisa dipesan pengunjung, seperti aneka olahan daging kambing dari Pak Manto, aneka burger dari Burgermen, dan juga es teler 58.
Melangkah lebih dalam lagi, suasananya agak sedikit formal meski tetap dengan nuansa tradisional. Deretan meja dengan kursi melingkar di depan deretan meja panjang dengan berbagai macam makanan tradisional yang berjajar.





Pada meja panjang yang selayaknya meja bar tersebut, terdapat hidangan. Ada berbagai macam sosis dan sejenisnya, lalu berbagai nasi bungkus. Ada juga jajan pasar seperti klepon, aneka sosis, dll. O iya, di sini juga ada beberapa macam krupuk dan rambak juga, lho. Jadi bagi Anda yang ingin menikmati, bernostalgia dengan makanan zaman dahulu, bisa mampir kemari.
Masih di bagian dalam, ada beberapa hiasan interior berupa lukisan pada dinding. Ada juga beberapa hiasan tulisan pada papan tulis hitam dengan menggunakan kapur tulis warna warni. Wah, ini mengingatkan saya akan sekolah pada zaman dahulu, huahoho ... Jadi ketahuankan saya angkatan tahun berapa karena masih mengenal kapur dan papan tulis hitam, haha ...






Aneka Menu dengan Citarasa Lokal
Ada banyak menu disajikan di Waroeng Kreopoek. Sebagian adalah makanan dengan citarasa lokal. Meski ada satu atau dua menu ala barat yang tersaji, namin tetap ada modifikasi di dalamnya. Penasaran menu apa saja sih yang dapat Anda temukan saat berkunjung di sini.






Aneka Burger. Burger yang disajikan di Waroeng Kroepoek disajikan oleh Burgermen. Ada 4 varian rasa burger yang dapat Anda pilih. Ini terlihat dari 4 warna bendera yang menancap di atasnya. Ada warna hitam untuk burger monster, ada kuning untuk burger keju, ada merah untuk burger reguler, dan juga warna orange untuk burger telur.
Ada satu yang unik dari burger-burger ini, yaitu pada roti burgernya. Yeah, roti burger diganti dengan sepasang mie yang dibentuk lingkaran pipih. Bagi saya ini lebih menyenangkan karena tidak terlalu mengenyangkan dibandingkan dengan roti yang biasa dipakai pada burger.




Aneka olahan daging kambing. Bagi Anda penikmat daging kambing, ada beberapa menu di tempat ini yang bisa Anda coba. Semua menu ini merupakan sajian dari sate kambing Pak Manto. Mau yang bakar-bakaran? Ada sate kambing, juga sate buntel, dan juga tongseng rica.
Nah, yang terakhir ini nih yang unik. Dari namanya juga sudah ketahuan, kan. Perpaduan antara tongseng dan rica. Tapi menurut saya rasa rica-ricanya lebih dominan, sedikit pedas pula.


 Serba gongso. Pilihan menu lain yang bisa dicoba di sini adalah aneka olahan gongso seperti babat gongso, iga gongso, kerang gongso, dll. Semua menu serba gongso ini merupakan olahan dari Ny. Asri.


Selat Solo. Mampir di kota Solo tentu belum afdol kalau belum icip-icip selat solo, ya. Ini salah satu makanan khas kota bengawan yang terdiri dari aneka sayuran yang dibus, lalu disiram kuah selat. Rasanya sedikit manis namun segar. Sebagai pelengkap, ada irisan daging sapi dan juga telur pindang.



Aneka wedangan. Ingin yang hangat-hangat? Anda bisa singgah di sini dan memesan aneka wedang hangat. Ada beberapa kombinasi wedang yang tersaji, diantaranya kombinasi jahe dengan jeruk lemon atau jeruk dengan sereh.



Aneka Es. Kalau tadi yang hangat-hangat, sekarang yang dingin-dingin. Apalagi kalau bukan aneka es. Ada es coklat, es teler, dan masih banyak lagi. Untuk es telernya sendiri disajikan oleh es teler 58. Isi dari es teler ini lumayan komplit sih. Ada agar, kolang-kaling, aneka buah, dan juga mutiara. Wah, menikmatinya di saat cuaca panas, pasti nikmat, ya.

Dibuang Sayang, hehe ...
Penasaran nggak sih kalau para food blogger dan penggiat sosial media kalau sedang hunting foto? Heboh deh pokoknya. Muter sana, muter sini. Ambil foto dari dekat, lalu menjauh. Ambil dari samping sampai dari atas. Kalau nggak sampai, ya naik ke atas sebagai solusinya, haha ...




Nah, bertambah satu lagi kan referensi tempat makan di Solo. Tempatnya pun mudah dijangkau. Tepatnya di Jl Radjiman 200 Solo, belakang pusat perbelanjaan Matahari Singosaren, depan Masjid Fatimah. Selamat memanjakan lidah Anda, ya 😊

Waroeng Kroepoek
Jl. Dr. Radjiman 200 Solo
Delivery Order
0271 - 7889070

21 komentar:

  1. Wah mukanya si twin serius banget motonya ����

    Ah iya melted banget liat burgernya Mbak Han. Kapan2 pengen nyicipin kesana

    BalasHapus
  2. Burgermen itu enak..bikin kenyang pake banget.
    Waroeng kroepoek itu, parkirnya yang agak kurang nyaman. Apalagi kalau masjid fatimah, ada kondangan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, kah? Waktu ke sana masih sepi ^^

      Hapus
  3. Mak Anaaaa gemeeesss, wkwkk... Ternyata menunya sangat variatif ya, nyesel deh waktu itu ga ikutan.

    BalasHapus
  4. Waa..enaknya! Tak pikir awalnya ya warung yang jual beragam krupuk gitu e mb..ternyata aku melihat ada klepon yang menggoda selera☺☺

    Tempatnya enak sepertinya mb. Menunya juga bikin lapar semua

    BalasHapus
  5. Sayangnya menu yang tengkleng, gongso itu cuma di pagi sampai sore huhuhu pas ke sana kan malam, hanya ada menu wedangan saja :(
    Suka dengan desain interiornya yang ngangkat konsep vintage

    BalasHapus
  6. wah burger krupuk, jadi penasaran loh

    BalasHapus
  7. Kangen solo, kuliner sana enak dan murah2 ya mba

    BalasHapus
  8. Waaw..Menunya spesial banget ya..Unik2 juga...mau deh mampir kalo ke solo

    BalasHapus
  9. Tongseng ricanya menggoda selera Mba..Kalau pas mudik Madiun, saya bisa mampir Solo dulu nih :)

    BalasHapus
  10. Gila. Aku moco iki pas awan-awan poso ngene. Rasanya koyo debus. Wahaha. Ayo mbak ditunggu traktirane burger krupuk!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berarti salah jam buka artikel kamu, Ham :P :P

      Hapus
  11. Mau nemenin ke ditu. Mbak? Hihi. Klo dari sta purwosari mnuju situ rutenya?

    BalasHapus

Terima kasih telah berbagi komentar