Sabtu, 21 Februari 2015

LAGI!! KOPDAR IIDN KE-7

 Pagi itu matahari bersinar cerah. Bahkan sangat cerah. Tak hanya sinarnya yang menyilaukan. Panas matahari yang mulai beranjak siang juga mulai membakar kulit. Untung saja ada sunblock untuk melindungi kulit dari sengatan sinar matahari sekaligus menghambat kerja melanin hingga kulit tidak menjadi gelap. Korban iklan, nih, hahaha ...




Tapi apapun yang terjadi hari itu tidak menyurutkan semangat anggota IIDN Solo untuk kopi darat (KopDar) yang ke-7. Hari Minggu 15 februari 2015 bertempat di Istana Amay, Perumahan Citra Pesona Indah2 No.22 Gedongan Colomadu, 16 ibu-ibu ... Eh, diralat. Karena ada beberapa yang masih single ... 16 wanita anggota IIDN Solo berkumpul. Ini termasuk absen terbanyak lho yang pernah datang ke KopDar IIDN Solo. Selain temu kangen dan mempererat silaturahim, kali ini anggota IIDN Solo berencana menjenguk keponakan baru, putra kedua dari Mbak Arinta Adiningtyas bernama baby Agga.
Selain itu, yang tak kalah pentingnya dari setiap KopDar IIND Solo, adalah sharing ilmu. Kali ini Uti Astutiana berbagi ilmu dan pengalamannya menembus media, terutama dalam hal penulisan opini di koran. Ada juga Mbak Fafa Fathurrohmah yang tulisan opininya pun pernah tembus ke media. 
Uti Astutiana mengatakan sebagaimana dikutip dari Materi Pengantar Training Penulisan Opini Mahasiswa dan Guru di universitas Tirtayasa Banten dan Universitas Soedirman Purwakarta bulan Juni 2011, menulis opini berarti menyebar luaskan ide dan gagasan kepada masyarakat umum.


Maksud dari penulisan opini itu sendiri adalah untuk mempengaruhi pemikiran publik agar gagasan tersebut diterima atau diperdebatkan. Selain itu, menulis opini adalah bagian dari rekreasi intelektual, dimana penulis dapat mengasah otak, menajamkan pikiran, menantang munculnya ide-ide baru, dan juga menantang orang dengan argumentasi yang siap untuk diperdebatkan.
Karenanya dalam membuat opini, penulis membutuhkan pengetahuan dalam menulis sesuai dengan bidang dan keahliannya. Penulis mengumpulkan ide dan gagasan sebanyak mungkin yang kemudian dapat dipilih yang paling menarik. Penulis juga membutuhkan argumentasi gagasan. Semakin kuat dan logis argumentasi yang ditampilkan, semakin memperkuat gagasan. Penulis menuliskan opininya dengan teknik dan bahasa yang komunikatif, tidak bertele-tele, ringkas, mudah dicerna. Apabila ada istilah asing, maka diganti padanannya dalam Bahasa Indonesia. Penulis juga perlu mengetahui tipe dari masing-masing media massa. Dengan begitu penulis dapat menyesuaikan tulisannya dengan media yang dibidiknya.


Ada beberapa tips yang dapat diikuti oleh penulis yang ingin menulis opini dan tembus ke media, diantaranya adalah pemilihan peg / cantolan peristiwa yang tak terduga, peristiwa yang sudah direncanakan atau event tertentu. Penentuan angel / sudat pandang yang menarik, unik, dan tidak terpikirkna sebelumnya juga dapat menajamkan opini. Eksplorasi gagasan dan argumentasi dengan menambahkan data dan contoh peristiwa. Jangan menuliskan opini yang menggurui. Dan sebelum dikirimkan, pastikan tulisan dibaca berulang-ulang untuk memantapkan argumen sekaligus menghindari kesalahan.
Yang unik dari KopDar kali ini adalah, saat pertama kali masuk ke Istana Amay, kami disambut oleh gerobak angringan yang ditata apik di belakang, dengan beberapa hidangan yang telah tersaji. Menjadikan suasana Solo sangat kental sekali di acara KopDar kali ini.
Unik bukan. Kira-kira ada keunikan apalagi, ya, di KopDar IIDN berikutnya. Tunggu dan jangan ketinggalan liputannya, ya.
  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah berbagi komentar