Minggu, 14 Oktober 2012

KERINDUAN


By. Hana Aina

Rindumu adalah mantera
membawaku pada perjalanan tanpa jeda

Dan kau
yang hampir mati dicumbui sepi
dan kerinduan yang menyakitkan
seperti belati yang mengukir perlahan
nama kita pada waktu yang tertahan

Kau, aku dan kita
tak mampu dibedakan

Ah, mungkin ini berlebihan

Hingga kita saling berpaut tangan
meninggalkan sejenak kegundahan
atau mungkin kita saling menguatkan
atas nama rindu yang mematikan

---------------------------------------------------------------------------------
NOTE : Salah satu puisiku di buku antologi Tinta Emas


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah berbagi komentar