Jumat, 01 April 2016

7 Hal Untuk Mencegah Keuangan Anda Koma Sebelum Gajian Berikutnya

 

Tanggal muda, nih. Pasti lagi pada sumringah, ya. Rekeningnya sudah pada gendut. Sudah mulai terbayang akhir pekan mau jalan-jalan kemana. Sudah pula buat daftar keinginan (bukan daftar kebutuhan, ya) yang ingin dibeli. Iya, sih, masih awal bulan. Masih senang-senangnya. Begitu tengah bulan, mulai berhitung.  Akhir bulan, mulai gigit jari, haha :D :D

 Apa Anda mengalami hal demikian? Jangan sampai, ya. Kalau bisa sih berharapnya dompet dan rekening selalu penuh sampai akhir bulan, haha ... Nah, saya mau bagi tips nih cara mengatur keungan sederhana ala-ala saya pribadi.

1.     Buat Daftar Pengeluaran
Daftar pengeluaran rutin bulan adalah sesuatu penting. Ini seperti patokan pengeluaran wajib dan rutin yang harus dipenuhi setiap bulannya. Seperti bayaran listrik, air, sekolah, gaji ART, keperluan dapur, belanja bulanan, dll. Dari sinilah Anda dapat mengetahui total uang yang harus disiapkan. Begitu Anda menerima uang, langsung pisahkan sesuai dengan keperluan dan jumlah nominalnya. Anda dapat memasukkan uang-uang tadi ke dalam plastik klip lengkap beserta secarik kertas berisikan kegunaan uang tersebut beserta nominalnya.

2.     Jangan Tunda! Segera Bayarkan!
Jika memang uang-uang  yang sudah disesuaikan dengan pos-posnya tadi dapat Anda bayarkan, segeralah bayarkan! Jangan menunda-nunda. Takutnya, niat yang awalnya lurus, jadi belok kemana-mana. Dipinjam dulu untuk inilah, untuk itulah. Akhirnya, Anda seperti menciptakan hutang pada diri Anda sendiri. Syukur kalau Anda bisa mengembalikannya. Kalau sampai tenggat waktu pembayaran, ternyata Anda belum mampu mengembalikannya, Anda bisa menunggak bayaran. Dan jika keterlambatan pembayaran menimbulkan denda yang harus Anda bayar, tentu ini akan menambah pengeluaran.

3.     Delegasikan Pos Pengeluaran
Ketika Anda menyadarai belum bisa mengendalikan diri untuk tidak memakai uang yang sudah dipisahkan tadi, Anda dapat mempercayakannya kepada anggota keluarga yang lain. Saya misalnya, untuk gaji ART yang diminta mingguan, saya mempercayakannya kepada adik saya yang tinggal serumah. Saya menotal untuk pengeluaran satu bulan. Adik saya nantinya yang akan memberikan kepada ART setiap minggunya. Demikian pula dengan anggaran dapur yang saya pecayakan ke ibu saya. Dengan demikian, pos pengeluaran untuk gaji ART dan dapur selama sebulan sudah dapat diamankan, hehe ^^

4.     Menabung
Beberapa orang masih beranggapan, menabung adalah aktivitas terakhir saat uang bulanan masih ada sisa. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah, apakah Anda yakin uang bulanan Anda masih ada sisa? Haha ... Coba kita ubah paradigma. Jadikan menabung sebagai kebutuhan. Masukkan menabung sebagai bagian dari pengeluaran rutin bulanan. Anda bisa menetapkan nominal tertentu sebagai tabungan rutin. Kalau perlu, Anda dapat membuat 2 tabungan sekaligus. Tabungan pertama bersifat wajib. Bisa masuk, tidak bisa keluar. Ini diambil jika memang situasi sangat mendesak. Tapi jangan direkaya agar situasinya terlihat seolah-olah mendesak, hanya agar bisa mengambilnya, ya. Ini namanya curang, haha ^^ Tabungan yang ke-2 adalah tabungan yang bisa keluar masuk setiap saat. Anda bisa memasukkan uang sisa bulanan kemari. Meski demikian, bukan berarti Anda bisa mengambilnya terus menerus, ya. Itu sama artinya Anda tidak menabung. Sama juga bohong, haha :P :P

5.     Bawa Uang Secukupnya
Tidak perlu membawa uang tunai banyak-banyak di dompet. Selain dapat mengundang bahaya kriminal, juga dapat mengundang nafsu berbelanja Anda jauh lebih besar, haha :D :D Bawalah secukupnya saja, sesuai dengan keperluan dan kebutuhan Anda saat itu. Ini juga salah satu cara mengerem keinginan Anda untuk membelanjakan uang di luar kebutuhan, agar tidak boros.

6.     Gunakan Sistem AMBaK
Sebelum Anda memutuskan untuk melakukan transaksi, coba Anda bertanya pada diri sendiri, AMBaK ... Apa Manfaatnya BagiKu? Apa benar Anda membutuhkannya? Bukan karena menginginkannya? Mungkin karena warnanya, penampakannya lucu, atau terkena rayuan maut SPG? Padahal Anda masih memiliki barang yang sama, yang masih dalam keadaan bagus di rumah. Mubadzirkan, dan tentunya menambah anggaran.

7.     Evaluasi Mingguan
Selalu lakukan evaluasi jangka pendek terhadap keuangan Anda. Seminggu sekali, mungkin. Ini untuk mengetahui sejauh mana Anda “keluar jalur” dalam membelanjakan uang. Apakah minggu ini sesuai dengan anggaran, atau malah keblabasan? Kalau hasil evaluasi Anda sudah sesuai, maka lanjutkan. Tapi kalau masih berlebih, maka lakukanlah penghematan.

Mengatur keuangan memang gampang-gampang susah. Namun jika punya perencanaan yang matang, disiplin, evaluasi dan perbaikan, InsyaAlloh semua akan menjadi mudah. Selamat mencoba ^^

Related Post :

43 komentar:

  1. poin no 6, ...bener harus dikaji dulu jangan asal beli

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biar nggak bablas ... uangnya, haha :D :D

      Hapus
  2. Mbak hana, sekarang prinsipku jangan banyak keluar rumah. Pulang skul bermanis2 di rmh. Melakukan aktifitas di rmh. Makan minum seadanya. Kalau anak2 bepergian sudah saya siapkan bekal jajanan dr rumah. Kalau mereka maksi di luar, simboknya gak usah dibungkuskan makanan utk dibawa pulang. Ternyata mengurangi aktifitas di luar rumah atau dolan secara tdk langsung sudah membantu mengurangi pengeluaran hehe. Eh tabungannya jadi nambah ra ketang dikit

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh, bener banget itu, Bu. Saat saya banyak menghabiskan waktu di rumah, rata-rata dompet aman, hehe ^^

      Hapus
  3. bener..kalo ada tagihan langsung bayarin...pusiiing...kalo belum bayar tapi tinggal dikit... terutama buat listrik, gas..dll

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini seperti membuat skala prioritas. Yang penting, yang lebih didahulukan ^^

      Hapus
  4. seperti ibu saya juga dulu pakai amplop-amplop putih untuk pos2 pengeluarannya. tapi kenapa ya kebiasaan itu tdk menurun ke saya... hehe...
    dan kendala terbesar untuk saya adalah poin no 6...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau begitu, kenapa tidak dicoba? Efektif, lho ^^

      Hapus
  5. kalo saya kalo bisa keluar rumah jangan sering-sering dengan anak. belanja kayak pake kacamata kuda. lempeng aja jangan tengok-tengok. gitu aja masih kebobolan. hahaha....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Musti tahan godaan. Teguh pendirian, haha :D :D

      Hapus
  6. Kalau aku mah sering keluar itu investasi, cari bahan tulisan untuk blog. Sapa tau ada brand yang melirik wkwkwk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaa ... Lha, ini. UUB (Ujung Ujungnya Bisnis), haha :D :D

      Hapus
  7. Mhhhh ini mesti dijalankannn.... suka titik belum akhir bulan

    BalasHapus
  8. apa manfaatnya bagiku? kalo ini aku selalu aja bisa dapet alasan. pantes aja duit abis melulu :(

    BalasHapus
  9. bener banget point 6, kaji dulu sebelum membeli jgn asal asalan gara gara cuma sekedar pengen, kalo semua yg dipengen dibeli bangkrut T^T

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadinya nggak cuman koma, tapi titik :D :D

      Hapus
  10. Nomor satu sampai enam biasa kulakukan. yang nomor 7 belum

    BalasHapus
    Balasan
    1. Point 7 lumayan membantu untuk mengerem pengeluaran di pertengahan bulan ^^

      Hapus
  11. Tips yg sangat berguna mak. Terima kasih ya sudah menuliskannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama. Semoga bermanfaat ^^

      Hapus
  12. Bikin post2 pengeluaran emang bermanfaat banget ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, bisa membantu kita untuk tetap fokus :) :)

      Hapus
  13. saya juga masih sering kecolongan Mbak, sering banget membeli barang yang ujung-ujungnya gak kepake :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin bisa dijual lagi, Mbak :) :)

      Hapus
  14. 3,4 sama 7 masih belum bisaa...
    hehehe, makasih infonya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo, Mbak! Semangaaattt ...!!! :D :D

      Hapus
  15. Juara nih... coba akh evaluasi tiap mingguan. Mksh tipsnya ya mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga sukses dengan evaluasinya :)

      Hapus
  16. pernah sih mbak bikin pembukuan sederhana gitu, cuman g telaten soalnya males nyatet. cuman yg palin ampuh tuh bawa uang secukupnya. kerasa banget bedanya dan ngefek

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, sih. Itu salah satu kendalanya :)

      Hapus
  17. Iya nabung dulu, baru yang lain, biar bisa stabil cadangan devisanya hehe

    BalasHapus
  18. Kadang sistem ambak yang no 6 ini terlewatkan karena ngeliat barang-barang hahah ... makanya sampek sulit nabung

    BalasHapus
  19. Uti pk systekm mengalir saja cz ngga tegaan orangnys

    BalasHapus
  20. Mantaps nih solusinya....
    Baru tahu, ternyata menabung itu masih ada spesifikasinya. Menabung wajib dan setengah wajib.

    BalasHapus
  21. Sebenarnya sudah diamplop-amplopin biar gak jebol.SPP.arisan,belanja,art,ojek anak-anak,zakat infak,dll.Tapi tetap aja ujung ujungnya keluar dari amplop.Paling boros itu uang makan di luar sabtu minggu.Makan di luar sabtu minggu sebulan bisa melebihi uang jatah belanja sebulan
    Dan itu yang bikin jebol.

    BalasHapus
  22. menabung itu yg paling penting ya mbak

    BalasHapus
  23. Dulu waktu masih single bisa lho menerapkan begini..tp sekarang ko susah y.. banyak pengeluaran tak terduga. Gmn dong mbak?

    BalasHapus
  24. Sy rata2 buat spt semua poin itu..Tp mmg ada kadangkala sesekali ga bisa ngontrol keinginan belanja..biasanya jika dah lama tak shopping hehe

    BalasHapus

Terima kasih telah berbagi komentar