Jumat, 20 Desember 2013

Sudah menulis, lama, panjang, tapi tidak pernah selesai...?

By.  Ari Kinoysan Wulandari 

Memulai lagi, menulis lagi, tidak selesai lagi. Sebenarnya
apa yang terjadi? Biasanya hal tersebut disebabkan oleh
kondisi seperti ini:

1. Tidak memiliki orientasi dan tujuan yang jelas atas tulisannya.
2. Selalu mengubah-ubah format penulisan yang ditetapkan saat awal.
3. Menambahkan materi yang tidak ada di sinopsis atau outline.
4. Terlalu peduli masalah keterbacaan naskah, sehingga sedikit-sedikit diubah.
5. Tidak mematuhi deadline yang sudah dibuat.
6. Mengedit naskah sepanjang penulisan.
7. Merasa tidak pede dengan tulisan sendiri.
8. Saat break membaca tulisan orang lain, dan merasa naskahnya “setipe”.
9. Menganggap tulisan orang lain lebih hebat.
10. Berusaha keras menyamakan “gaya tulisannya” dengan gaya tulisan orang lain (biasanya penulis/pengarang idolanya).

Kalau mau selesai, lakukan hal yang sebaliknya...

1. Orientasi dan tujuan penulisan harus jelas, apakah untuk berbagi ilmu, pengalaman, inspirasi, menghibur, komedi, dll.

2. Kalau sudah membuat format/desain penulisan, ikuti saja.

3. Jangan menambahkan materi dalam sinopsis. Kalau dalam proses penulisan ada ide cerita lain, buka file baru, tulis, simpan, dan lanjutkan pekerjaan awal. Ide baru ditulis belakangan.

4. Saat menulis, kalau ada salah ketik, kurang ini itu, lewati saja, bereskan belakangan. Jangan pikirkan juga apakah orang lain mengerti tulisan anda karena anda akan sibuk membuat tulisan “agar dimengerti” orang lain. Selesaikan dulu, dan benahi belakangan.

5. Patuhi deadline yang sudah dibuat. Menulis itu masalah disiplin dan komitmen diri, bukan orang lain.

6. Jangan mengedit naskah saat menulis. Apa yang tertulis, biarkan saja sampai selesai, baru lakukan editing.

7. Harus pede. Harus percaya, tiap orang unik, tiap pribadi istimewa, termasuk diri anda sendiri.

8. Tulisan yang “setipe” asal penggarapannya beda, tidak masalah. Banyak kisah klise dan sejenis, tapi tetap laris manis.

9. Setiap orang punya “sesuatu” di dalam hidupnya yang tidak dimiliki orang lain, jadi konsentrasilah pada sesuatu yang istimewa tersebut. Setiap orang sempurna dengan kemanusiaannya, memiliki kekurangan dan kelebihan. Bijaksanalah dalam memandang segala sesuatu.

10. Jadilah diri sendiri, miliki gaya tulisan anda sendiri yang khas, jangan meniru orang lain. Ingat copycat tidak pernah akan sebaik aslinya.

1 komentar:

Terima kasih telah berbagi komentar